Saham DCII kembali Disuspensi Usai Melesat 715% Ytd
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya melakukan penghentian semetara (suspensi) perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) untuk kedua kalinya pekan ini. Suspensi dipicu atas lompatan harga saham emiten data center terbesar di Tanah Air ini.
Berdasarkan data BEI, saham DCII telah melesat sebanyak 130,23% menjadi Rp 346.725 dalam seblum terakhir. Sedangkan year to date (ytd) telah terjadi penguatan lebih dari 715%. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melonjak menjadi Rp 826,24 triliun atau peringkat terbesar di BEI, menyalip PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bernilai Rp 782,92 triliun pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2025).
Baca Juga
Lompatan saham tersebut juga menjadikan tiga pengendali DCII, nilai kekayaan tiga pengendalinya makin menggunung. Forbes real time hari ini mengungkap nilai kekayaan Otto Toto Sugiri, pengendali 29,9% saham DCII, bertambah sebanyak US$ 1,1 miliar menjadi US$ 13,9 miliar ( Rp 226,40 triliun) atau menempati peringkat terkaya kelima di Indonesia. Marina Budiman, pemegang 22,51% saham DCII, bertambah US$ 834 juta menjadi US$ 10,2 miliar (Rp 166,13 triliun) dan menempatkanya menjadi perempuan terkaya sekaligus peringkat enam terkaya di Indonesia.
Terakhir, Han Arming Hanafia, pemegang 14,11% saham DCII, bertambah US$ 523 juta menjadi US$ 6,6 miliar (Rp 107,50 triliun), sehingga dirinya menjadi orang terkaya kedelapan di Indonesia. Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, ikut kecipratan atas kenaikan pesat saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII, sehingga nilai sahamnya kini mencapai Rp 96,89 triliun atau setara dengan US$ 5,6 miliar.
DCII resmi diperdagangkan di BEI sejak 6 Januari 2021 dengan jumlah saham terdaftar sebanyak 2,38 miliar unit. Saat itu, saham DCII dilepas dengan harga Rp 420, sehingga dana IPO saham terkumpul saat itu mencapai Rp 150,17 miliar. Adapun market cap DCII saat listing perdana hanya mencapai Rp 1 triliun.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
Dibandingkan dengan market cap saat ini, peningkatan kapitalisasi pasar DCII lebih dari 826 kali hanya dalam 3,5 tahun. Tak hanya itu kenaikan harga tersebut menjadikan tiga pemegang saham pengendalinya masuk dalam daftar top 10 terkaya di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes.
Terkait kinerja keuangan, DCII mengumumkan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 354,41 miliar menjadi Rp 773,55 miliar hingga kuartal I-2025. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat laba bruto dari Rp 203,39 miliar menjadi Rp 519,68 miliar.

