Bitcoin Bersiap Melonjak ke US$ 130.000, Waktunya Berinvestasi?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC)saat ini diperdagangkan pada level US$ 118.700 setelah mencapai rekor tertinggi baru sebesar US$ 122.838 minggu lalu. Meskipun mengalami penurunan sebesar 3,3% dari nilai tertingginya, Bitcoin (BTC) menunjukkan potensi untuk rally lebih lanjut di pasar.
Dengan dukungan pembelian besar-besaran dari klien institusional, Bitcoin (BTC) terlihat akan terus meningkat nilainya, menjadikannya investasi yang menarik di sektor keuangan.
CEO interim dari Zilliqa, Alexander Zahnd mengungkapkan bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai target selanjutnya di $130.000 jika rally terus berlanjut.
“Peningkatan Bitcoin (BTC) di atas $120.000 bukan hanya sebuah pencapaian biasa, tetapi sebuah sinyal bahwa kripto telah memasuki fase baru dengan dukungan kepercayaan institusional yang konsisten,” ujar Zahnd dilansir dari Pintu, Selasa (22/7/2025).
Zahnd menjelaskan, reli kali ini didorong oleh transaksi spot, bukan leverage, dan terjadi dalam kondisi pasar yang relatif tenang, menunjukkan struktur yang lebih matang dan tangguh dibandingkan siklus sebelumnya. Level kunci yang perlu diawasi selanjutnya adalah US$ 126.500.
Jika Bitcoin (BTC) dapat mempertahankan momentumnya, target berikutnya adalah US$ 130.000. Namun, Zahnd juga memperingatkan tentang potensi penurunan jika pasar berubah menjadi bearish karena penarikan harga dan penjualan besar-besaran.
“Ke depan, US$ 123.200 menjadi level kunci selanjutnya, dengan peluang untuk mendorong ke US$ 126.500 dan potensial mencapai US$ 130.000 jika momentum bertahan. Di sisi lain, dukungan tampak kuat di sekitar US$ 118.950, dan penarikan lebih dalam ke US$ 115.000 atau US$ 112.000 masih sehat dalam tren yang lebih luas,” tambahnya.
Penarikan harga Bitcoin (BTC) mungkin dipicu oleh utang AS yang tidak terkendali, inflasi, dan kebijakan moneter yang buruk dari Federal Reserve. “Di tingkat makro, kekhawatiran tentang utang yang meningkat, inflasi yang persisten, dan ketidakpastian dalam kebijakan moneter semakin memperkuat ide Bitcoin (BTC) sebagai penyimpan nilai jangka panjang,” jelas Zahnd.
Lebih lanjut, Zahnd menyebut, dinamika ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Jika ada, hal ini semakin menjadi pusat dalam cara investor memikirkan masa depan keuangan. Rally ini terasa berakar pada pergeseran tersebut, dan itulah yang membuatnya berbeda.
Investasi dalam Bitcoin (BTC) tampaknya menjadi semakin menarik bagi para investor yang mencari alternatif penyimpan nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan struktur pasar yang lebih matang dan minim penggunaan leverage, Bitcoin (BTC) menawarkan sebuah peluang yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga relatif lebih stabil.
Investor yang memahami dinamika pasar saat ini mungkin menemukan bahwa memasukkan Bitcoin (BTC) dalam portofolio mereka adalah langkah yang bijaksana, terutama sebagai hedge terhadap inflasi dan ketidakstabilan keuangan.

