Saham Aspirasi Hidup (ACES) Tetap Menarik Terdorong Langkah Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melanjutkan langkah agresif dalam berekspansi gerai di tengah tekanan daya beli masyarakat. Hal ini memperkuat optimisme terhadap prospek saham ini dalam jangka panjang, sehingga dipertahankan dengan rekomendasi beli oleh Mirae Asset Sekuritas.
Analis Mirae Asset Abyan Habib Yuntoharjo mengatakan, pertumbuhan pendapatan ACES ini lebih banyak ditopang oleh penambahan toko baru, bukan dari pertumbuhan permintaan konsumen. Per akhir Juni 2025, ACES telah membuka delapan gerai baru dan masih akan menambah 17 gerai lagi di paruh kedua tahun ini.
Baca Juga
Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Neraca Keuangan dan Ekspansi Agresif, Target Harga Sahamnya Begini
“Pertumbuhan topline tahun ini diproyeksikan mencapai 8,1%, seiring ekspansi gerai, terutama di kota-kota tier 2 dan 3,” tulis Abyan dalam risetnya, Senin, (22/7/2025).
Riset tersebut juga menjabarkan same store sales growth (SSSG) ACES masih menunjukkan pelemahan. Pada Juni 2025, SSSG tercatat turun 6,3% secara tahunan, sedangkan sepanjang tahun berjalan (ytd) turun 2,9%. Pelemahan ini mencerminkan lemahnya daya beli masyarakat secara luas, termasuk di wilayah luar Jawa.
Berbagai upaya promosi seperti program “Boom Sale”, diskon produk kategori, dan partisipasi dalam Jakarta Fair belum mampu mendongkrak belanja diskresioner konsumen. Indikator belanja rumah tangga (RSI) untuk produk peralatan rumah juga tercatat turun 6,1% pada kuartal II-2025.
Baca Juga
Uang Beredar Juni 2025 Tembus Rp 9.597,7 Triliun, Lebih Banyak 6,5% Secara Tahunan
ACES diperkirakan akan menambah 20 toko baru pada tahun fiskal 2025, menyumbang sekitar 74% dari tambahan pendapatan perusahaan. Kontribusi toko-toko baru diperkirakan dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan toko yang telah matang.
Abyan memandang potensi kenaikan harga (upside) lebih dari 20% dinilai masih terbuka, didukung oleh neraca keuangan yang kuat dan strategi ekspansi toko yang konsisten. “Risiko makro dan kehati-hatian konsumen sudah tercermin dalam harga saat ini. Kami akan mencermati perkembangan lebih lanjut, termasuk strategi pemasaran dan dampak peluncuran merek baru AZKO,” pungkasnya.

