Setelah Lesu Bertahun-tahun, Penjualan NFT Kembali Bergairah. Ghozali Lain Bakal Banyak Bermunculan?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Non fungible token (NFT) teratas mengalami gelombang pembelian yang tinggi setelah kemerosotan yang terjadi bertahun-tahun. Ini menghidupkan kembali pasar yang sebelumnya telah diabaikan banyak orang. Di Indonesia sendiri era NFT saat itu menjadi tren dengan kehadiran beberapa nama NFT artist, salah satunya ada Ghozali yang berhasil menjual karya NFT dengan harga yang fantastis.
NFT adalah aset digital yang membuktikan kepemilikan atas karya seni, barang koleksi, dan barang unik lainnya. Setelah booming di tahun 2021, pasar anjlok dan telah bertahun-tahun terjebak dengan penjualan yang rendah dan menurunnya minat.
Nama Ghozali memang tidak bisa dilepaskan dari daftar NFT termahal di Indonesia. Ghozali bahkan disebut sebagai orang yang mempopulerkan NFT di Indonesia. Hal itu bermula ketika NFT unik yang dibuatnya di pasar OpenSea laku dengan harga 277 ETH pada Januari 2022. Koleksi ini adalah ratusan foto selfie Ghozali alias Ghozali Everyday yang dibuat dari sejak tahun 2017 silam. Ghozali pun disinyalir masih aktif memproduksi karya NFT. Sebanyak 943 karya koleksi NFT milik Ghozali memberikan pemasukan royalti kepada kreator aslinya, Sultan Gustaf Al Ghozali.
Sementara itu, melansir MSN, Selasa (22/7/2025) dalam 24 jam terakhir secara global, koleksi PudgyPenguins naik 12,9% menjadi 16,25 ether (ETH-USD), atau harga dasar $61,7 ribu, menurut data NFTPriceFloor. CryptoPunks, koleksi NFT terbesar dengan kapitalisasi pasar US$ 1,8 miliar, mengalami lonjakan harga dasar sebesar 16,4% selama periode yang sama menjadi 47,7 ETH, menurut data tersebut. Saham-saham unggulan lainnya termasuk Infinex Patrons, Bored Ape Yacht Club, dan Chrome Squiggles.
Perubahan ini terjadi karena ether (ETH-USD) baru-baru ini melampaui Bitcoin (BTC-USD) dalam rentang enam bulan, di tengah reli altcoin tersebut selama beberapa hari.
Jika kondisinya tetap sama, harga ether (ETH-USD) yang lebih tinggi mendorong permintaan NFT karena NFT biasanya dibeli dengan ETH, sehingga memberikan daya beli yang lebih besar bagi pembeli.
Baca Juga
Donald Trump Meluncurkan Koleksi NFT Kelimanya di Jaringan Bitcoin
Sementara itu, berdasarkan data CoinGecko yang diperbarui hingga Juli 2025, total kapitalisasi pasar NFT tercatat kembali melampaui level US$ 5 miliar, setelah sempat menyentuh titik terendah di bawah US$ 3 miliar pada awal kuartal II 2025.
Peningkatan ini menandai tren pemulihan sektor NFT setelah mengalami tekanan panjang sejak puncak kejayaannya pada awal 2022, ketika kapitalisasi pasar NFT sempat menembus level US$ 20 miliar. Lonjakan harga dan volume saat itu didorong oleh euforia koleksi digital seperti Bored Ape Yacht Club, CryptoPunks, dan gelombang minat institusi terhadap aset NFT.
Namun, setelah memasuki semester II 2022, pasar mulai terkoreksi tajam akibat kombinasi faktor makroekonomi global, pengetatan moneter The Fed, serta penurunan minat investor terhadap aset digital spekulatif. Sepanjang 2023, nilai pasar NFT cenderung datar dan tidak mampu menembus kembali level US$ 10 miliar.
Baca Juga
Dipimpin Ethereum dan Bitcoin, NFT Catat Penjualan Mingguan hingga Rp 2,5 Triliun
Kebangkitan kembali terlihat sejak akhir 2024, seiring dengan meningkatnya adopsi NFT berbasis utilitas, seperti tiket digital, sertifikat kepemilikan aset fisik, dan integrasi NFT dalam sektor gaming, serta metaverse. Pemulihan ini juga diperkuat oleh peluncuran platform NFT lintas-chain dan dukungan dari jaringan layer-2 Ethereum yang menurunkan biaya transaksi.
Meski begitu, volatilitas pasar masih tinggi. Beberapa reli harga NFT di awal 2025 tidak bertahan lama, dengan tekanan jual kembali muncul hingga Mei 2025. Namun dalam dua bulan terakhir, grafik menunjukkan tren naik yang konsisten, mendorong kapitalisasi kembali ke atas US$ 5 miliar.
Para analis menilai keberlanjutan pemulihan pasar NFT akan sangat tergantung pada dua faktor utama yakni regulasi yang lebih jelas untuk aset digital di AS dan Eropa. Serta, eksekusi proyek NFT yang menghadirkan nilai nyata (real-world utility), bukan hanya spekulasi koleksi.

