Pengendali Ini Kembali Tambah Saham Temas (TMAS) Rp 141,18 miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Temas Lestari selaku pengendali PT Temas Tbk (TMAS) kembali memborong sebanyak 980 juta saham TMAS. Aksi tersebut berimbas terhada kepemilikan saham yang dikuasai menjadi 83,66%.
Corporate Secretary TMAS Marthalia Vigita mengatakan, pembelian sebanyak 980,6 juta saham TMAS tersebut telah direalisasikan pada 1 Februari 2024. Sedangkan harga pelaksanaan Rp 145 per saham atau di bawah harga penutupan hari itu Rp 165 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan perusahaan yang dikuasai Harto Khusumo ini mencapai Rp 142,18 miliar.
Baca Juga
Saat Harga Turun, Pengendali Borong Ratusan Juta Saham Temas (TMAS)
“Transaksi tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Aksi ini merupakan yang kedua dilakukan pengendali tersebut dalam dua bulan terakhir. Pada 5 Desember 2023, Temas Lestari telah memborong sebanyak 623,12 juta saham TMAS dengan nilai transaksi Rp 93,47 miliar. Pembelian tersebut menjadikan total saham yang dimiliknya bertambah dari semula 80,84% menjadi 81,93% saham.
Hingga kuartal III-2023, Temas (TMAS) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 38,34% menjadi Rp 668,32 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,01 triliun.
Manajemen Temas (TMAS) melalui publikasi laporan kinerja keuangan hingga kuartal III-2023 menyebutkan, penurunan laba tersebut akibat penurunan pendapatan perseroan dari Rp 3,67 triliun menjadi Rp 3,22 triliun. Perseroan mencatatkan penurunan menekan beban jasa dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 2,33 triliun.
Baca Juga
Alhasil laba bruto perseroan masih tetap turun dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 886,20 miliar. Laba usaha juga turun dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 761,66 miliar.
Penurunan laba tersebut membuat laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun drastis dari Rp 179 menjadi Rp 11 per saham.
Sedangkan kas dan setara kas perseroan hingga akhir kurtal III-2023 turun menjadi Rp 845,50 miliar, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai Rp 915,41 miliar.

