Mirae Asset Rilis Pandangan Positif, Saham FREN Langsung Bangkit
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menarik didukung terbukanya peluang merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) ke depan.
Apabila kerja sama hingga merger bisa direalisasikan, basis pelangan, pangsa pasar, dan profitabilitas emiten penyedia layanan telekomunikasi berbasis teknologi 4G LTE Advanced tersebut berpotensi bertumbuh.
“Meski demikian, kami memberikan peringkat not rated untuk FREN,” jelas Analis Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli dalam riset yang dipublikasi pada Rabu (10/1/2024).
Baca Juga
Smartfren (FREN) Lego Aset Data Center Rp 544 Miliar, Ternyata Ini Pembelinya
Saat ini, dia mengatakan, saham FREN diperdagangkan sedikit di bawah rata-rata rasio P/BV 5 tahun dan di bawah standar deviasi -1. Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (10/1/2024), saham FREN ditutup melesat Rp 3 (6%) Menjadi Rp 53.
Analis Mirae Asset Sekuritas sendiri, belum bisa memberikan target harga saham FREN, karena tren pergerakannya yang masih acak dan tidak likuid, maka dari itu dikategorikan not rated.
“Nanti dilihat formasi pergerakan harga saham lebih lanjut karena harus melihat pola-pola yang akan terbentuk secara analisis teknikal supaya lebih objektif,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta saat dihubungi investortrust.id pada hari yang sama.
Baca Juga
Terkait Kabar XL (EXCL) Jajaki Akuisisi FREN, Seberapa Urgen?
Smartfren mengalami peningkatan pendapatan sebesar 4,1% (yoy) dalam sembilan bulan pertama tahun lalu, dari Rp 8,29 triliun menjadi Rp 8,63 triliun. Sepanjang Januari-September 2023, perusahaan ini juga mencatatkan kenaikan biaya 5,9% (yoy) sehingga menyebabkan penurunan laba usaha dari Rp 437 miliar menjadi Rp 319 miliar.
“Selain itu, kerugian investasi dan beban lainnya mengakibatkan EBT turun dari untung Rp 1,41 triliun menjadi rugi Rp 647 miliar,” sambung Rusli dalam risetnya.
Munculnya jaringan 5G, dengan frekuensi tinggi dan panjang gelombang lebih pendek untuk kecepatan data lebih cepat dan kapasitas lebih besar, memerlukan peningkatan jumlah menara seluler. Permintaan ini memberikan peluang pertumbuhan pendapatan yang besar bagi penyedia infrastruktur telekomunikasi.
Baca Juga
Merger EXCL dan FREN Terbuka Lebar, Analis Ini Ungkap Tiga Keuntungannya
Pada 2023, rumor merger antara EXCL dan FREN yang awalnya muncul pada 2021 kembali mendapat perhatian. Diskusi tersebut, kemungkinan mengenai berbagi jaringan, melibatkan Grup Axiata dan Grup Sinarmas dari Malaysia.
Pemerintah Indonesia, yang mengupayakan konsolidasi industri telekomunikasi untuk efisiensi spektrum, mendukung pembicaraan ini. Namun, belum ada rincian atau pengumuman resmi mengenai potensi merger dimaksud. (CR-10)

