Belum Sepekan, Investor Ini Catat Potential Lost Rp 1,52 Triliun dari Saham NOBU
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Hanwha Life Insurance Ltd mencatat potential lost senilai Rp 1,52 triliun dari akuisisi sebanyak 40% saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Potensi kerugian (potential lost) tersebut semakin memuncak setelah harga saham NOBU turun signifikan sebanyak 25% menjadi Rp 600 sepanjang pekan ini.
Hanwha Life sebelumnya menuntaskan pembelian sebanyak 2,99 miliar saham NOBU (40% kepemilikan) senilai Rp 3,32 triliun pada 30 Juni 2025. Nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 1.110 per saham. Langkah Hanwha ini bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai pemegang saham strategis di NOBU, khususnya dalam era digital dan asuransi terintegrasi.
Baca Juga
Meski IHSG Turun 0,47% Sepekan, 10 Saham Dipimpin KRYA justru Bikin Investor makin ‘Tajir’
Berdasarkan data BEI, saham NOBU memimpin daftar top 10 saham dengan penurunan paling dalam pekan ini. Penurunan saham ini mencapai 25% dari Rp 800 menjadi Rp 600 pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Sedangkan penurunan saham yang dikendalikan Group Lippo ini mencapai 14% dalam sebulan terakhir.
Harga penutupan tersebut kian jauh di bawah harga akuisisi saham NOBU oleh Hanwha Life berkisar Rp 1.110 atau dengan penurunan 54,40%. Dengan penurunan tersebut, Hanwha mencatatkan potensi kerugian dari pembelian saham NOBU mencapai Rp 1,52 triliun.
Baca Juga
IHSG Sepekan: Penurunan Berlanjut hingga Net Sell Rp 2,77 Triliun Ditekan Sejumlah Saham Ini
Meski Hanwha tercatat sebagai pemegang saham terbanyak saham NOBU, pengendali masih dipegang PT Putera Mulia sebanyak 3,5% saham. Pemegang saham teraffiliasi PT Prima Cakrawala sebanyk 10,87%, PT Matahari Department sebanyak 9,74%, dan PT Star Pacific Tbk (LPLI) 8,31%. PT MNC Land Tbk (BAPB) juga tercatat sebagai pemeagng 9,99% saham NOBU.
Sebelumnya, manajemen Bank Nobu (NOBU) menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi, khususnya untuk rumah minimalis dengan luas bangunan 18 meter persegi (m2) hingga 30 m2. Rencana awal KPR subsidi ini nantinya menyasar pada pegawai-pegawai Bank Nobu terlebih dahulu guna mempelajari skema KPR subsidi.

