BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasi Trading Buy Saham SMDR, TINS, dan OMED
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/12/2023), masih berpotensi koreksi ke area support 6.980 dalam jangka pendek. Koreksi kemungkinan tetap terbuka sebelum IHSG menguat melanjutkan trend bullish.
Baca Juga
Akuisisi Semen Grobogan Tuntas, Target Saham Indocement (INTP) Justru Dipangkas. Kok Bisa?
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 13,46 poin (0,19%) menjadi 7.087,40. Investor asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 624,19 miliar di seluruh pasar, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 298,14 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 172,35 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 118,75 miliar.
Penurunan juga melanda Walll Street dengan penurunan paling dalam melanda indeks Nasdaq sebanyak 0,58%, indeks S&P500 melemah 0,39%, dan indeks Dow Jones terkoreksi 0,19%. Penurunan tersebut dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap data perekonomian, khususnya penurunan inflasi dan laporan pekerjaan.
Baca Juga
Meski IHSG berpeluang melemah, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan trading buy tiga saham berikut dengan potensi penguatan. Di antaranya saham SMDR dengan target pergerakan Rp 280 – 330, TINS dengan target pergerakan Rp 600-725, dan saham OMED dengan target harga Rp 200-236.
Sebaliknya tiga saham berikut direkomendasikan jual dengan perkiraan penurunan, yaitu saham INKP dengan peluang turun ke RP 7.275, WIKA dengan peluang koreksi ke Rp 334, dan ADHI dengan peluang koreksi menuju Rp 350-360.

