Member Klaim Dana Rp 600 Juta Raib, Ini Respons Indodax
JAKARTA, investortrust.id - Seorang pengguna di platform aset kripto PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) melaporkan kehilangan dana senilai Rp 600 juta dari akun miliknya. Peristiwa ini menjadi sorotan warganet di media sosial X, Jumat (20/6/2025). Menurut pengakuan korban, dana tersebut hilang secara tiba-tiba tanpa adanya notifikasi atau verifikasi aktivitas transaksi dari pihak Indodax.
“Kami masih menunggu tanggung jawab berupa pengembalian dana oleh pihak Indodax. Kejadian ini sangat janggal, karena kami tidak menerima verifikasi juga notifikasi sama sekali,” tulis akun @rendirendikaa di X, sembari menandai CEO Indodax William Sutanto dan akun resmi perusahaan.
Namun, akun tersebut menambahkan bahwa dirinya hanya menyampaikan ulang apa yang telah dijelaskan oleh akun pelapor. Hingga 24 jam sejak unggahan tersebut, belum ada klarifikasi atau penjelasan resmi mengenai apakah kasus ini disebabkan oleh phishing atau faktor lainnya. "Saya sangat berharap permasalahan yang dialami oleh customer ini bisa segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Di kolom komentar, saya melihat banyak pihak yang mempertanyakan mengapa aset sebesar itu disimpan di exchange, bukan di self custody wallet," tambahnya.
Sementara itu, Chairman Indodax Oscar Darmawan mengatakan, sistem Indodax tidak menunjukkan adanya anomali atau pelanggaran keamanan secara sistem. "Terkait laporan yang disampaikan, kami ingin menegaskan bahwa sejauh ini sistem Indodax tidak menunjukkan adanya anomali atau pelanggaran keamanan secara sistem," katanya kepada Investortrust, Rabu (26/6/2025) malam.
Indodax, tambahnya akan menindaklanjuti dengan serius setiap pertanyaan dan keluhan dari para member. "Kami juga membuka layanan tatap muka bagi member yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dan kami siap membantu proses pengecekan secara menyeluruh. Member yang bersangkutan sebenarnya telah kami hubungi tapi sampai hari ini masih belum datang ke kantor kami," ujarnya.
Sebagai langkah proteksi dan pencegahan, pihaknya menyarankan kepada seluruh member untuk memastikan bahwa password yang digunakan pada akun email tidak sama dengan password akun exchange, serta menjaga kerahasiaan dan keamanan akses akun pribadi masing-masing. Adapun saat ini, jumlah member Indodax, sambung Oscar telah mencapai lebih dari 8,5 juta pengguna.
Baca Juga
Indodax Catat Transaksi Kripto Rp 15,24 Triliun per April 2025
Insiden ini sempat memunculkan kembali diskusi di kalangan komunitas kripto terkait keamanan menyimpan aset digital di exchange. Sejumlah komentar mempertanyakan alasan penyimpanan dana dalam jumlah besar di platform kustodian, alih-alih menggunakan self-custody wallet yang memberikan kontrol penuh pada pemilik aset.
Sementara itu, Indodax menyatakan pihaknya sedang menindaklanjuti laporan dugaan hilangnya dana milik salah satu pengguna. Tim investigasi internal telah menghubungi pelapor melalui email dan telepon untuk meminta keterangan lebih lanjut.
“Komunikasi melalui email sudah berjalan. Kami sedang meminta detail kejadian beserta tangkapan layar sebagai bukti,” ujar CEO Indodax William Sutanto melalui X, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
William Sutanto Resmi Jadi CEO Baru Indodax, Oscar Darmawan Jadi Chairman
Laporan ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya aktivitas investasi aset digital di Indonesia. Sebelumnya, Indodax sempat diretas pada 11 September 2024. Indodax melakukan kerja sama dengan enam perusahaan cyber security dan Mabes Polri. Atas kejadian peretasan ini, perusahaan mengalami kerugian hingga US$ 20 juta atau kurang lebih setara dengan Rp 300 miliar jika dihitung dengan kurs yang berlaku.

