IHSG Bisa ‘Rebound’ ke Level Ini, Lima Saham Layak Dilirik Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi teknikal rebound sesuai ekspektasi, tetapi masih rentan kembali koreksi sepanjang belum break kembali di atas 7.000 pada perdagangan Rabu (25/6/2025).
Level support IHSG hari ini diperkirakan berada pada kisaran 6.800-6.840 sedangkan level resistance dapat bergerak di rentang 6.950-7.000. “Manfaatkan untuk take profit jika IHSG kembali melanjutkan kenaikan hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga
Meski Daya Beli Turun, Prospek Keuangan dan Saham Cimory (CMRY) Diprediksi Tak Goyah
Terkait saham pilihan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan Spec Buy TLKM dengan target harga Rp 2.640-2.670, Spec Buy ENRG dengan target harga Rp 364-380, Buy on Weakness PGEO dengan target harga Rp 1.355-1.400, Spec Buy BUKA dengan target harga Rp 132-135, Spec Buy TOBA dengan target harga Rp 815-830, Spec Buy CUAN dengan target harga Rp 12.200-12.450.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 1,21%, disertai net sell asing sebanyak Rp 942 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, PGEO, BBCA, dan PGAS.
Sejalan dengan itu, Indeks utama Wall Street ditutup menguat lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (24/6), disebabkan investor menyambut gencatan senjata antara Israel dan Iran. Investor juga tengah mencermati testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di depan kongres.
Baca Juga
Pantau, BEI Buka Kembali Transaksi Saham PNSE, PTMR, dan APEX Hari Ini
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,19%, S&P 500 naik 1,11% dan Nasdaq Composite menguat 1,43%. Di antara kelompok saham megacap magnificent seven, saham Tesla berkinerja buruk, turun 2,4%. Saham maskapai penerbangan naik di tengah meredanya ketegangan Timur Tengah.
Indeks S&P 1500 Airlines naik 2,4%. Namun, saham pertahanan melemah. Saham Lockheed Martin turun 2,6% dan saham RTX Corp turun 2,7%. Senin malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perjanjian gencatan senjata, yang tampaknya dilanggar oleh Israel. “Namun, investor memandang retorika gencatan senjata sebagai tanda meredanya ketegangan,” sambung Fanny. Di sisi lain, harga minyak turun. Harga minyak WTI melemah 6% pada penutupan. Sedangkan harga minyak Brent anjlok 6,1%. Sehari sebelumnya, WTI sudah jatuh lebih dari 7%.

