AS Serang Lokasi Nuklir Iran, Bitcoin Sempat Jatuh ke Bawah US$ 100.000 Untuk Pertama Kali Sejak Mei
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) sempat merosot di bawah US$ 100.000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2025. Tak hanya itu, Ethereum (ETH) juga merosot tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pesawat pengebom AS menyerang tiga lokasi nuklir utama Iran, yang memicu penghindaran risiko dalam perdagangan akhir pekan di pasar aset digital.
"Pasar dengan cemas mengamati perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung. Fokus pasar sebagian besar akan tertuju pada minyak ketika pasar tradisional dibuka kembali," kata Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, penyedia likuiditas untuk derivatif kripto dikutip dari Bloomberg, Senin (23/6/2025).
Kerugian terbaru terjadi setelah Trump mengatakan situs-situs Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan diserang dalam operasi tersebut, khususnya menggambarkan "muatan BOM" yang dijatuhkan di Fordow, lokasi utama pengayaan uranium yang telah menimbulkan kekhawatiran internasional bahwa Iran tengah mempersiapkan diri untuk membuat senjata nuklir.
"Kekhawatiran apakah AS akan menyerang Iran menyebabkan aksi jual sepanjang minggu dan hingga akhir pekan," kata Cosmo Jiang, mitra umum di Pantera Capital Management.
Baca Juga
Bitcoin sempat merosot menjadi US$ 98.904 setelah serangan tersebut. Ether, token terbesar kedua, turun hingga 10% menjadi sekitar US$ 2.157, level intraday terendah sejak 8 Mei. Namun Senin (23/6/2025) pukul 06.35 WIB harga Bitcoin kembali lagi menyundul level US$ 100.922. Meski demikian, kapitalisasi pasar aset kripto terbesar ini tetap bertahan di angka US$ 2 triliun.
Penurunan harga ini terjadi setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran US$ 101.830 pada pagi hari. Namun, tekanan jual mulai meningkat dari semalam hingga harga sempat terperosok ke bawah US$ 99.000 sebelum akhirnya menguat tipis ke kisaran saat ini.
Baca Juga
Harga Bitcoin Ambles ke US$ 103.000 di Tengah Aksi Jual Beli "Miner"
Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir melonjak signifikan sebesar 76,04% menjadi US$ 66,65 miliar, menunjukkan peningkatan aktivitas pasar meskipun harga terkoreksi. Sementara itu, nilai total pasokan beredar tercatat sebesar 19,88 juta BTC dari total maksimal 21 juta BTC.
Dominasi pasar Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tetap solid, didukung oleh FDV (Fully Diluted Valuation) yang mencapai US$ 2,11 triliun dan rasio volume terhadap market cap sebesar 3,29%.
Dengan profil kepercayaan investor yang masih sangat tinggi (profile score 100%), Bitcoin tetap menjadi aset utama yang diperhatikan pelaku pasar meskipun fluktuasi harga jangka pendek masih terus membayangi.

