Bidik Kenaikan Penyaluran Kredit 50%, Begini Target Kinerja Venteny (VTNY) di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menargetkan peningkatan jumlah kredit besar tahun ini, naik hampir 50% dibandingkan realisasi tahun 2024. Total kredit yang bakal disalurkan mencapai Rp 7,2 triliun.
“Rencananya tahun ini kami akan menambah Rp 2 triliun dari penyaluran tahun lalu sebanyak Rp 5,2 triliun,” ujar Direktur Keuangan Venteny Fortuna International Kaleb Solaiman, menjawab Investortrust.id di kantor perseroan, Rabu (18/6/2025).
Dengan begitu, jumlah kredit yang akan disalurkan Venteny tahun ini dapat menembus Rp 7,2 triliun lebih. Namun seiring kenaikan total penyaluran kredit tahun ini, manajemen belum bisa menginformasikan secara rinci terkait target kinerja keuangan hingga akhir tahun.
Baca Juga
Laba Bersih Venteny (VTNY) Melorot, Meski Pendapatan Naik 86%
Dari segi pendapatan dan laba, manajemen yakin mampu mencapai target yang telah ditetapkan namun jumlah dan nilainya tidak diungkap.
“Saat ini saya tetap berbicara moderate dahulu karena melihat kondisi ekonomi yang tiba-tiba ada trade war. Kami cukup konservatif, melihat proyeksi yang kami buat, kami optimistis untuk double digit tetapi dalam rupiah, tidak dalam persentase,” sambung Kaleb.
Dua digit yang dia maksud adalah keuntungan bersih yang akan tetap di kisaran puluhan miliar karena perseroan telah mencatat laba bersih Rp 10,54 miliar tahun lalu. Laba ini naik 551,38% (yoy) dari Rp 1,61 miliar pada 2023.
Dalam perbandingan waktu yang sama, pendapatan perusahaan teknologi penyalur pinjaman itu tumbuh 66,81% (yoy) menjadi Rp 303,54 miliar pada 2024. Pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh layanan B2B financial service yang menyumbang sebesar 34,28% dari pendapatan tahun 2024.
Baca Juga
Jelang RUPST, Transcoal (TCPI) Umumkan Raihan Kontrak Jumbo US$ 183 Juta
Lini bisnis itu berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp 104,06 miliar atau tumbuh 34,34% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp 77,46 miliar.
Selain itu peningkatan jumlah pengguna Venteny Employee Super App juga turut berkontribusi besar terhadap pendapatan sebesar 37,34% atau senilai Rp 113,35 miliar. Pendapatan lainnya tercatat menyumbang 28,37% dari pendapatan atau senilai Rp 86,12 miliar.
Sepanjang 2024, perseroan menjalin kolaborasi dengan banyak institusi, baik swasta seperti Bank MNC, Bank Mayapada, dan lainnya.
Sedangkan pada kuartal I-2025, perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan 105% menjadi Rp 81,3 miliar dan laba bersih Rp 28 miliar yang naik 104%. Melihat raihan ini, manajemen optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sampai akhir tahun.
Baca Juga
Mengutip data Asosiasi Fintech Pembiayaan Indonesia dan Ernst & Young, Kaleb menyebut bahwa kebutuhan pembiayaan UMKM dapat mencapai Rp 4.300 triliun pada 2026.. Sementara, pasokan atau ketersediaan dana untuk kredit UMKM di Indonesia baru mencakup Rp 1.900 triliun.
“Hal ini tentu tantangan dan peluang yang sangat besar yang kami harus penuhi. Karena semakin sejahtera ekonomi di Indonesia secara mikro, makro ekonomi juga bertumbuh, maka kami juga mensejahterakan bersama masyarakat maupun negara,” pungkasnya.

