ICDX Bidik Kenaikan Volume Transaksi 20%, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) membidik kenaikan volume transaksi minimal 20% pada 2024. Optimismeini didasarkan pada data historis perdagangan ICDX yang selalu tumbuh setiap tahunnya.
“Kami (ICDX) optimistis akan tetap tumbuh, minimal sekitar 20% tahun ini. Sebelumnya kan juga terbukti, saat ekonomi turun karena misalnya Covid, justru kamisurvive,” kata Head of Learning Center ICDX, Anang Wicaksono padaacara ICDX Group Journalist Class di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Baca Juga
ICDX Gencar Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Ini Tujuannya
Selain itu, menurut Anang, transaksi multilateral bisa meningkat 60%. Saat ini, ICDX memiliki produk multilateral GOFX berupa kontrak emas (gold), minyak mentah (crude), serta mata uang (currency.
"Produk multilateral ini yang ke depannya akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar dia.
Baca Juga
Anang Wicaksono mengungkapkan, komoditas emas masih menjadi salah satu produk bursa berjangka yang transaksinya diminati masyakarat.
“Emas itu lebih mudah dicerna oleh siapa pun, lebih familiar. Terkadang orang akan mengambil sesuatu itu karena mereka merasa familiar dengan barangnya. Jadi, mereka merasa lebih trust di situ,” tandas dia.

