Pencatatan Efek Meriah, Fundraising Tembus Rp 2,55 Triliun Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Aktivitas pencatatan efek cukup meriah di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan terakhir dengan total penggalangan dana (fundraising) sebesar Rp 2,55 triliun
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, terdapat pencatatan 1 obligasi, 1 surat berharga perpetual, 6 saham, dan 3 waran pada periode 8 – 12 Januari 2024.
Secara rinci fundraising dari pencatatan saham perdana 6 emiten mencapai Rp 1,21 triliun, kemudian pencatatan obligasi senilai Rp 1 triliun serta perpetual Rp 335,19 miliar.
Pencatatan efek pekan ini dimulai oleh PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) yang resmi mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI, Senin (8/1/2024). CGAS menjadi perusahaan ke-2 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
CGAS yang bergerak pada sektor Energi dengan sub industri Penyimpanan & Distribusi Minyak & Gas turut mencatatkan Warran I dengan kode CGAS-W.
Baca Juga
Setelah Listing di BEI, United Bike (UNTD) Bidik Produksi 60.000 Motor Listrik
Kemudian pada Selasa (9/1/2024), PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. NICE menjadi perusahaan ke-3 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. NICE bergerak pada sektor Barang Baku dengan sub industri Logam & Mineral Lainnya.
Selanjutnya pada hari Rabu (10/1/2024), PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mencatatkan sahamnya di BEI. MSJA mencatatkan sahamnya di Papan Utama BEI.
MSJA bergerak pada sektor Barang Konsumen Primer dengan sub industri Produk Perawatan Tubuh dan menjadi perusahaan ke-4 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
Sementara itu, SMLE mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. SMLE bergerak pada sektor Barang Baku dengan sub industri Barang Kimia Dasar dan menjadi perusahaan ke-5 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
Pada hari yang sama, Obligasi VIII Danareksa Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Danareksa (Persero) resmi dicatatkan di BEI. Obligasi diterbitkan dengan nominal Rp1 triliun, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Baca Juga
Penawaran Dibuka Besok, Pengelola Hotel Griptha Kudus Pasang Harga IPO Rp 103
Selain itu, Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2023 (IIFFPBGN) yang diterbitkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance juga dicatatkan di BEI.
Surat berharga perpetual ini dicatatkan dengan nilai Rp 335,19 miliar dan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi dan surat berharga perpetual adalah idAA (Double A).
Pada hari berikutnya, Kamis (11/1/2024), PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) dan PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) resmi mencatatkan saham dan warannya di BEI.
ACRO mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI dan menjadi perusahaan ke-6 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
ACRO bergerak pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan sub industri Tekstil. ACRO turut mencatatkan Warran I dengan kode ACRO-W.
Baca Juga
Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Ungkap Rencana Pengembangan Bisnis Usai IPO
Sementara itu, MANG mencatatan sahamnya di Papan Akselerasi BEI. MANG menjadi perusahaan ke-7 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. MANG yang bergerak pada sektor Infrastruktur dengan sub industri Konstruksi Bangunan juga mencatatkan Warran I dengan kode MANG-W.
‘’Adapun total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat pada tahun 2024 adalah 3 emisi dari 2 emiten senilai Rp 3,56 triliun,’’ ulas Kautsar dalam keterangan yang dikutip Sabtu (13/01/2024)
Sementara total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 544 emisi dari 127 emiten dengan outstanding Rp459,35 triliun dan US$ 32,362 juta.
Adapun Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai Rp 5.726,74 triliun dan US$ 502,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 3,25 triliun.

