Teladan Prima (TLDN) Patok Pertumbuhan Kinerja Segini di 2025
JAKARTA, investortrust.id – Emiten kelapa sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), membidik pertumbuhan pendapatan sebanyak 5-10% tahun 2025. Target pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 dengan kenaikan pendapatan mencapai 5% menjadi Rp 4,21 triliun.
"Teladan Prima juga melihat kesempatan tahun ini bahwa revenue diproyeksikan bertumbuh mencapai 5-10% di tahun 2025," kata Direktur Pemasaran dan Komersial TLDN, Santos Ibrahim Noor dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis, (24/4/2025).
Baca Juga
Siasati Perang Tarif Trump, Kemendag Beberkan Strategi Berikut
Secara kinerja keuangan, TLDN mencatatkan laba usaha dari Rp 710,02 miliar menjadi Rp 1,11 triliun tahun 2024. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TLDN melesat dari Rp 451,78 miliar menjadi Rp 825,58 miliar. Laba per saham dasar juga naik dari Rp 34,90 menjadi Rp 63,77.
Setelah menganilisis pasar di kuartal I-2025, Santos mengaku, perseroan optimistis pertumbuhan pendapatan dapat didorong dari tingginya harga dan kebijakan pemerintah terkait Biofuel B40 dan B50.
Baca Juga
Teladan Prima (TLDN) Naikkan Dividen 2024, Nilainya Jadi Segini
Sebagai gambaran, Biofuel jenis B40 dan B50 dikategorikan berdasarkan campuran ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang merupakan hasil pemurnian dari minyak kelapa sawit dengan BBM fosil. Biodiesel tipe B40 memiliki kadar campuran FAME 40%, dan diesel fosil 60%. Sedangkan B50 memiliki kadar campuran masing-masing 50% atau B100 yang murni hanya terbuat dari FAME minyak kelapa sawit.
"Tapi memasuki kuartal II-2025 dengan agresifnya pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai tarif terjadi goncangan sedikit. Jadi, untuk kuartal II-2025 kita memperkirakan akan berkisar di Rp 13.000 sampai Rp 13.500. Reflection harga untuk tahun 2025 masih sangat baik untuk food industry dan energy industry," tuturnya.

