Hari Ini, Danantara Terima Dividen BUMN Rp 39 Triliun, Bakal Investasi Saham?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bocoran BPI Danantara bakal mendapatkan suntikan modal investasi dari dividen perusahaan-perusahaan pelat merah mulai akhir April 2025. Berdasarkan data Danantara akan menerima setoran dividen lebih dari Rp 39 triliun hari ini, Rabu (23/4/2025).
Setoran dividen tersebut berasal dari bank Himbara, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Total dividen yang bakal diterima bulan ini bernilai Rp 47,91 triliun. Apakah sebagian dana tersebut akan dimanfaatkan berinvestasi di pasar saham?
Baca Juga
Danantara dan QIA Sepakati Kelola Bersama Dana Investasi US$ 4 Miliar, Berbagai Sektor Ini Dibidik
Dividen tersebut berasal BRI mencapai Rp 16,476 triliun yang disetorkan ke rekening Danatara hari ini, Rabu (23/4/2025). Angka tersebut dihitung dari total kepemilikan sebanyak 80,61 miliar saham BBRI (53,19%) dengan dividen Rp 208,4 per saham. BMRI juga akan menyetorkan dividen senilai Rp 22,62 triliun ke Danatara hari ini.
Sedangkan dua emiten lainnya BNI akan menyetorkan dividen ke Danantara senilai Rp 8,37 triliun pada Jumat (25/4/2025) dan BBTN akan menyumbangkan dividen Rp 451,09 miliar ke Danatara pada hari sama.
Di tengah perampungan proses konsolidasi internal, Erick mengatakan, sovereign wealth fund milik pemerintah tersebut belum melakukan aksi korporasi, seperti penyuntikan modal investasi hingga merger sejumlah perusahaan BUMN. "Danantara kan baru lahir, sehingga ada investasi dan operasional," katanya ditemui di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (22/4/2025) malam.
Baca Juga
Danantara akan Diguyur Dividen Bank Himbara Rp 47,91 Triliun pada April, Intip Perhitungannya
Kemudian Erick menjelaskan, modal investasi awal Danantara yang mulai cair pada akhir April 2025 ini berasal dari himpunan bank milik negara (himbara). Nilainya diperkirakan hampir Rp 50 triliun. "Kita tahu sekarang Danantara sendiri mungkin akhir April ini sudah ada dana yang bisa diinvestasikan. Dividennya sudah mulai cair, yang dari Himbara itu kan hampir 50 (triliun)," lanjut Erick.
Sampai saat ini, Erick memberikan waktu kepada Danantara untuk menyelesaikan proses konsolidasi internal sebelum melakukan sejumlah aksi korporasi. "Di roadmap sudah ada, saya waktu itu bilang sudah ada 45 (perusahaan) yang mungkin nanti kita pecah. Mana yang ke Danantara, mana yang ke BUMN," ungkapnya.

