Setelah Tiga Tahun Transformasi, KB Bank (BBKP) Akhirnya Torehkan Pencapaian Penting Ini
JAKARTA, investortrust.id – Transformasi bisnis yang dijalankan PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) dalam tiga tahun terakhir, pelan namun pasti, mulai membuahkan hasil. Memasuki kuartal I-2025, sejumlah pencapaian penting ditorehkan bank bersandi saham BBKP ini.
“Setelah tiga tahun, kami untuk pertama kalinya mencatatkan NII (net interest margin) positif tahun ini,” kata Direktur Utama KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee di sela-sela acara “Halalbihalal Direksi KB Bank dengan Pemimpin Redaksi Media Massa” di Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Tom Lee menegaskan, pencapaian itu merupakan tonggak penting bagi BBKP yang sedang menata ulang bisnis dan membenahi kualitas asetnya. “Selama tiga tahun terakhir ini banyak sekali perubahan yang kami lakukan di seluruh lini bisnis kami,” tandas dia.
Baca Juga
KB Bank (BBKP) Sepakati Transaksi Sukuk dengan TBS Energi Utama (TOBA)
Pencapaian selama kuartal I-2025, menurut Tom Lee, menambah optimisme manajemen bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perseroan mulai membuahkan hasil.
“Setelah kuartal I-2025, saya melihat bank ini memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi bank yang lebih baik,” ujar dia.
Tom Lee menuturkan, saat pertama kali datang ke Indonesia, seseorang memberitahu bahwa transformasi bisnis KB Bank (saat itu masih bernama Bank Bukopin) membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun.
“Saya waktu itu tidak merespons apa-apa. Meski demikian, saya berkomitmen, bukan 10 tahun, tapi dalam tiga tahun saya akan mengubah bank ini menjadi lebih baik,” tutur dia.
Tom Lee menambahkan, KB Bank pekan ini sedang melakukan migrasi sistem core banking ke Next Generation Banking System (NGBS) guna menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi nasabah.
NGBS adalah sistem core banking generasi terbaru yang pengembangannya didukung KB Kookmin Bank, induk usaha KB Bank. NGBS telah diterapkan di berbagai entitas KB Financial Group secara global.
Berdasarkan catatan investortrust.id, KB Bank tahun ini ditargetkan mulai membukukan laba bersih. Dalam lima tahun terakhir, bank hasil akuisisi 67% saham Bank Bukopin oleh bank tersebar di Korea Selatan, KB Kookmin Bank, ini masih didera kerugian.
Tahun lalu, KB Bank membukukan rugi bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 6,32 triliun, membengkak 4,9% dari tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang mencapai Rp 6,03 triliun.
Manajemen KB Bank menyatakan, kerugian itu sebagian besar disebabkan pencatatan beban non-recurring (beban tak berulang) sebagai bagian dari tahapan yang ditempuh perseroan untuk mencapai profitabilitas tahun ini.
Beban non-recurring tersebut meliputi pencatatan beban pajak tangguhan (deferred tax) sebesar Rp 1,42 triliun dari potensi pemulihan Pajak Penghasilan (PPh) di masa depan akibat akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi.
KB Bank juga membukukan pencadangan (impairment) dari revaluasi anak usaha sebesar Rp 1 triliun. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat neraca keuangan perseroan.
Laporan keuangan KB Bank menunjukkan, total kredit perseroan tahun silam turun 6,17%. Namun, rasio kredit berkualitas rendah atau loan-at-risk (LAR) berhasil ditekan menjadi 23,10% dari sebelumnya 39,77% sebagai bukti bahwa KB Bank berhasil meningkatkan kualitas aset.
Perbaikan kualitas aset KB Bank juga tercermin pada penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) gross yang turun menjadi 8,74% dari sebelumnya 9,70%. NPL net pun berkurang dari 4,95% menjadi 4,38%.
Baca Juga
Bisnis Tumbuh Konsisten, KB Bank (BBKP) Kembali Raih Peringkat AAA dari PEFINDO
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, KB Bank tahun lalu mampu membenahi rasio current account savings account (CASA) menjadi 29,92% dari sebelumnya 23,39%. Hasilnya, NII bank tersebut melesat 49,20% menjadi Rp 909 miliar, sehingga margin bunga bersih (net interest margin/NIM) naik menjadi 1,31% dari sebelumnya 0,78%.
Pada penutupan perdagangan di Bursa Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2025), saham BBKP masih bercokol di level Rp 50, dengan market cap Rp 9,2 triliun. BBKP memiliki price to earning ratio (PER) minus 1,47 kali dan price to book value (PBV) 1,17 kali.

