Trisula Textile (BELL) Tetapkan Rasio Dividen 56,8%, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menyepakati dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp 5 miliar atau setara dengan Rp 0,68 per saham. Demikian keputsan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, (15/4/2025).
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan, pembagian dividen ini sebagai bentuk apresiasi Perusahaan kepada para pemegang saham atas kinerja positif yang berhasil dipertahankan sepanjang tahun 2024.
“Pembagian dividen tahun ini sebagai perwujudan konsistensi BELL mempertahankan kinerja positif dan mengapresiasi pemegang saham kami,” ujar Karsongno dalam paparan publik BELL secara daring, Selasa, (15/4/2025).
Baca Juga
Intip Strategi Trisula Textile (BELL) bisa Bertumbuh di 2025
Dividen bernilai Rp 5 miliar tersebut setara dengan rasio dividen tunai sekitar 56,8% dari laba tahun fiskal 2024 yang sebesar Rp 8,8 miliar. Adapun rencana pembagian dividen tersebut pada 15 Mei 2025 mendatang.
Tahun lalu, BELL membukukan kenaikan penjualan bersih 9% atau sebesar Rp 584,89 miliar dengan total laba bersih mencapai Rp 11,53 miliar.
Meski kondisi industri tekstil masih menghadapi beberapa tantangan, BELL tetap optimis melangkah tahun ini, dengan menargetkan pertumbuhan kinerja 10%.
Baca Juga
Bidik Pertumbuhan 10%, Trisula International (TRIS) Naikkan Capex
Dengan kemampuan dan keunggulan yang dimiliki perseroan, BELL memutuskan akan berfokus pada inovasi untuk mendorong pertumbuhan kinerja tahun 2025. Dari segi inovasi, BELL memiliki tim R&D yang kompeten untuk membaca dan memonitoring kebutuhan pasar sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan para konsumennya.
Saat ini, BELL sedang membangun Trisula Innovation Center yang akan digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produk-produk perusahaan.
Guna mendongkrak kinerja tahun ini, BELL akan melanjutkan ekspansi retail JOBB dan Jack Nicklaus. Saat ini, perusahaan sedang mengidentifikasi wilayah-wilayah potensial di Indonesia yang akan menjadi fokus ekspansi.

