Di Saat IHSG Cenderung Lanjutkan Pelemahan Hari Ini, Saham TPIA dan PGEO Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/4/2025), masih bergerak dalam area trend bearish. Jika pelemahan kembali terus berlanjut, terbuka peluang menuju level support 5.705.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pelemahan signifikan sebanyak 7,9% kemarin membuat indeks menembus level psikologi 6.000. Jika kondisi pelemahan terus berlanjut, IHSG berpotensi menuju area 5.705.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok Hari Ini, Saatnya Panik atau Ambil Kesempatan?
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti Wall Street yang kembali melemah dengan penurunan Dow Jones 0,84%, Nasdaq turun 2,15%, dan S&P500 melemah 1,57%. Sebaliknya bursa saham Asia mayoritas ditutup naik kemarin dipimpin Nikkei menguat 6,03%.
Di tengah pola pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TPIA dengan target harga Rp 7.750-8.200 dan PGEO dengan target harga Rp 820-830. Sebaliknya saham MDKA dan INCO direkomendasikan jual.
IHSG kemarin terperosok sebanyak 514,48 poin (7,90%) menjadi 5.996,14 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham Rp 3,87 triliun. Net sell terbanyak melanda PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,27 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,85 miliar.
Baca Juga
Perintahkan Jajaran Hapus Pertek, Presiden Prabowo: Pertek Harus Seizin Presiden
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham setelah sejumlah bursa saham dunia anjlok signfikan selama libur lebaran setelah Trump menerapkan kebijakan resiprokal perdagangan. Meski demikian, sejumlah bursa saham Asia mulai rebound hari ini, seperti Nikkei dan Hang Seng.
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi lebih dari 10%. Pelemahan juga dalam juga melanda saham industry, infrastruktur, consumer primer, dan energi lebih dari 8%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling rendah dicatatkan consumer non primer hanya 4,97%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi seluruh saham top 10 market cap di BEI, seperti saham BBCA melemah 8,53% menjadi Rp 7.775, BREN anjlok 13,82% menjadi Rp 4.740, BYAN melemah 0,75% menjadi Rp 19.875, BBRI turun 10,12% menjadi Rp 3.640, BMRI melemah 10,19% menjadi Rp 4.670, saham DCII melemah 10,69% menjadi Rp 150.000, AMMN melemah 14,23% menjadi Rp 4.610, DSSA melemah 5,69% menjadi Rp 40,175, dan TLKM turun 4,98% menjadi Rp 2.290. Sebaliknya saham TPIA ditutup stagnan level Rp 7.200.

