Garuda Indonesia (GIAA) Lunasi Sebagian Utang dengan Tender Offer
JAKARTA, investortrust.id – Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melunasi sebagian surat utang porsi Reg-S sejumlah US$ 536,45 juta dari keseluruhan US$ 624,21 juta.
Surat utang dengan bunga 6,5% tersebut jatuh tempo pada 2031.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, Perseroan juga melunasi Garuda Indonesia Global Sukuk Limited sejumlah US$ 78,01 juta dengan jumlah distribusi periodik sebesar 6,5%, yang jatuh tempo pada 2031.
Baca Juga
Perbaikan Berlanjut, Saham Garuda (GIAA) Direkomendasi Buy dengan Potensi Gain 445,9%
"Selesainya aksi korporasi pelunasan sebagian atas surat utang dan sukuk menjadi salah satu komitmen Garuda Indonesia dalam menjaga kepercayaan para kreditur. Hal ini selaras dengan berbagai langkah perbaikan kinerja yang ditempuh pasca PKPU," terang Irfan Setiaputra melalui aplikasi pesan singkat, Kamis (4/1/2024).
Dia menambahkan, perseroan melunasi sebagian jumlah pokok surat utang porsi Reg-S dan sukuk sebesar US$ 113,8 juta melalui skema penawaran tender (tender offer) dengan total nilai pelaksanaan US$ 49,99 juta.
Aksi korporasi tersebut dilaksanakan bertahap pada 21 Desember 2023 untuk surat utang dan 29 Desember 2023 untuk sukuk.
Baca Juga
Pasar Obligasi Prospektif di 2024, Jenis Unitlink Ini Boleh Dilirik
Pelunasan sebagian tersebut dilakukan kepada pemegang surat utang dan sukuk yang mayoritas merupakan para kreditur Garuda Indonesia dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Sumber dana untuk pelunasan dimaksud, berasal dari kas internal perusahaan.
"Lebih lanjut, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan untuk menjadi semakin sehat ke depannya, terutama dari sisi kemampuan likuiditas dan solvabilitas perusahaan,” tambah Irfan.
Dengan begitu, operasional Garuda Indonesia dapat berlangsung optimal dan adaptif dalam mewujudkan performa kinerja perusahaan, yang manajemen proyeksi akan tumbuh positif.
“Pelunasan sebagian surat utang dan Sukuk itu juga merupakan bagian dari langkah proaktif Garuda Indonesia untuk memastikan fundamental kinerja keuangan perusahaan tumbuh solid,” papar Irfan.
Hal tersebut, salah satunya ditunjang langkah berkelanjutan dalam perbaikan kinerja ekuitas melalui pengelolaan secara aktif atas aset, liabilitas, dan ekuitas. Ini dilakukan, guna mengoptimalkan efektivitas profil arus kas perusahaan.
Menurut Irfan, tender offer juga menjadi representasi niat baik perusahaan secara berkelanjutan, dalam memastikan proses penyelesaian kewajiban terhadap para kreditur dapat berjalan semakin prudent.

