IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,23%, Penguatan Ditopang Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (27/3/2025), ditutup menguat 14,72 poin (0,23%) menjadi 6.487,08. IHSG berhasil menguat, meski di awal transaksi dibuka di zona merah.
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,46%, sektor material dasar 0,61%, sektor property 0,84%, sektor keuangan 0,41%, dan sektor kesehatan 0,19%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan consumer non primer.
Baca Juga
Bos PGEO Berharap Proyek Pertamina Geothermal Bisa Dilirik Danantara
Di tengah penguatan tipis tersebut, sejumlah sektor saham ini catatkan penguatan, seperti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 12,81% menjadi Rp 5.725, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 10,89% menjadi Rp 560, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 12,77% menjadi Rp 530
Penguatan juga melanda PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 6,67% menjadi Rp 96, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 9,57% menjadi Rp 515, dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) naik 10,25% menjadi Rp 1.345.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Garudafood Putra Putri Tbk (GOOD), PT PP Presisi Tbk (PPRE), dan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK).
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melesat 236,74 poin (3,80%) menjadi 6.472,74 dan investor asing agresif membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 2,57 triliun yang didominas empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Penguatan IHSG kemarinditopang atas kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,31%, sektor keuangan 3,60%, sektor infrastruktur 3,11%, sektor energi 2,51%, sektor property 2,60%, dan sektor transportasi 4%.
Penguatan pesat indeks kali ini ditopang kenaikan pesat hampir seluruh sektor saham, khususnya saham emiten BUMN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham big cap, emiten konglomerasi Prajogo Pangestu hingga Agung Sedayu.

