Bahana Sekuritas: 67% Tim Danantara Ahli Pasar Modal dan Investasi
JAKARTA, investortrust.id – Bahana Sekuritas semakin optimistis terhadap pasar saham Indonesia setelah diumumkannya 18 anggota tim baru yang akan mengelola operasional Danantara. Profesionalisme dan mentalitas meritokrasi yang ditunjukkan oleh para pemimpin Danantara seharusnya mampu menghapus ketidakpastian politik yang melanda pasar saham Indonesia.
„Kalau kita cermati, sekitar dua pertiga (67%) dari tim Danantara memiliki keahlian di pasar modal, investasi, keuangan, atau perbankan. Lebih dari setengahnya (61%) merupakan lulusan sistem pendidikan Amerika Serikat, dan mayoritas besar (72%) memiliki gelar Magister atau Doktor. Usia rata-rata mereka adalah 55 tahun,“ kata Analis Danareksa Sekuritas, Satria Sambijantoro dalam analisis equity strategy yang dirilis Selasa (26/3/2025).
Satria menyatakan, 18 anggota tim baru Danantara, lembaga sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang baru dibentuk untuk mengelola aset BUMN senilai US$ 900 miliar, seluruhnya profesional memiliki rekam jejak yang baik, dengan jam terbang cukup tinggi. Hal itu diyakini mampu menghapus ketidakpastian politik yang melanda pasar saham Indonesia, di mana IHSG telah turun sebesar 22,7% dari puncaknya pada Oktober lalu.
Selain profesional, seluruh 18 direktur pengelola Danantara memiliki latar belakang profesional tanpa afiliasi politik—sebagian besar, bahkan hampir semuanya. “Kami menilai penunjukan para manajer senior Danantara menunjukkan pragmatisme pasar dari Presiden Prabowo Subianto atau merupakan momen “kapitulasi” pemerintah setelah aliran dana keluar asing dari pasar saham Indonesia sebesar US$ 1,64 miliar sepanjang tahun 2025 ini,” kata Satria.
Baca Juga
Rosan Optimistis: Saham BUMN bakal Bounce Back Usai Danantara Bekerja
Dia menegaskan, koreksi pasar saham di awal periode pemerintahan Presiden baru bukanlah hal baru. Sebagai gambaran, IHSG pernah turun sebesar 25% dari Maret hingga Oktober 2015, pada periode awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ketika ia menghadapi kompleksitas dalam mengelola ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
„Meski klien institusional kami masih terbelah apakah tim Danantara ini adalah “Dream Team” yang mampu menarik kembali arus dana asing, kami menilai posisi dan ekspektasi investor terhadap SWF terlalu negatif,” lanjut Satria.
Pendekatan baru ini tidak hanya terlihat pada Danantara: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BUMN seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI IJ, IDR4.800, BUY) dan Bank Mandiri (BMRI IJ, IDR6.700, BUY) pada hari Senin dan Selasa juga menghasilkan penunjukan profesional di jajaran Direksi mereka.
Mengingat pasar bergerak berdasarkan ekspektasi, Satria percaya bahwa perkembangan yang netral atau bahkan sedikit positif terkait Danantara atau bank-bank besar BUMN sudah cukup untuk memicu rally taktis pada aset-aset Indonesia.
Baca Juga
Dirut BEI Minta Beri Waktu Danantara Karena Dinilai Jadi Pendorong Sentimen Amblesnya IHSG

