Laba Bersih Cisadane Sawit (CSRA) Melesat 46%
JAKARTA, investortrust.id - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2024 sebesar Rp 214,85 miliar. Ini meroket 46% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 152,06 miliar.
Manajemen CSRA menyebutkan, kenaikan tersebut mengakibatkan peningkatan marjin bersih naik menjadi 20,1%, dibandingkan 16,7% pada tahun lalu. “Kenaikan laba bersih utamanya disebabkan oleh kontrol biaya yang ketat,” papar manajamen CSRA dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/03/2025)
Baca Juga
Pendapatan Naik 21%
Sejalan dengan laba bersih, pendapatan perseroan sepanjang tahun 2024 meningkat 21,8% menjadi Rp 1,07 triliun. Ini dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 875,51 miliar.
“Kenaikan ini terutama dipicu meningkatnya kuantitas penjualan CPO (minyak sawit mentah) yang memiliki nilai tambah. Selain itu, naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan,” paparnya.
Baca Juga
Sementara itu, pada tahun 2024, produksi tandan buah segar (TBS) inti perseroan menurun menjadi 321.982 ton, dari 337.367 ton di tahun 2023. Meski demikian, tetap dapat menjaga tingkat pertumbuhan secara Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sejak tahun 2018 sebesar 2,8%.
Manajemen CSRA mengungkapkan penurunan ini di antaranya diakibatkan oleh gangguan cuaca dan gangguan ganoderma, yang menyebabkan penurunan yield per hektare secara umum. Ke depan, strategi penetapan harga, optimalisasi produksi, dan efisiensi operasional terus diperhatikan, untuk membantu mengurai dampak dari kendala yang diahapi Perseroan.
CSRA juga terus meningkatkan kehadirannya secara nasional. Hal ini dilakukan dengan fokus pada produksi dan pengembangan fasilitas pabrik kelapa sawit baru, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi produk yang bernilai tambah.
Adapun Pabrik Kelapa Sawit (PMKS) ketiga Perseroan di kabupaten Banyuasin direncanakan mulai beroperasi pada awal semester kedua tahun 2025. Beroperasinya PMKS ini akan memberikan kontribusi pada nilai tambah penjualan CSRA.

