BCA (BBCA) Cum Date Dividen Hari Ini, Pilih Realisasi Gain atau Dividen?
JAKARTA, investortrust.id– Cum date pembagian dividen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan berakhir hari ini, Kamis (20/3/2025). Perseroan akan membagikan dividen dengan total Rp 30,81 triliun atau setara dengan Rp 250 per saham.
Cum date merupakan singkatan dari cumulative date, yaitu tanggal yang menentukan bagi investor yang berhak mendapatkan dividen dari sebuah emiten. Jika pembelian saham setelah melewati jadwal cum date investor tidak memiliki hak untuk mendapatkan dividen.
Baca Juga
BBCA dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu dividen tahun buku 2024 tersebut akan dibagikan pada 11 April 2025 kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham atau cum date per 20 Maret 2025 di pasar regular dan negosiasi.
Sedangkan saham BBCA pada perdagangan BEI pagi ini bergerak menguat hingga pukul 09.25 WIB, saham BBCA naik 100 (1,20%) menjadi Rp 8.425. Saham emiten dengan kapitalisasi terbesar di bursa ini bergerak dalam rentang Rp 8.375-8.475. Dengan dividen Rp 250 dan harga Rp 8.425, maka yield dividen hampir 3%.
Lalu, apakah investor sebaiknya memburu dividen atau realisasikan gain saham BBCA? Jika mengacu target harga saham BBCA dari beberapa sekuritas masih terbuka peluang penguatan dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi kinerja keuangan bank only BBCA sampai Februari bertumbuh kuat.
Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 5 kali.
Baca Juga
BCA Siapkan Uang Tunai Rp 70,22 Triliun di Ramadan Tahun Ini, Naik 4%
Target tersebut merefleksikan potensi pertumbuhan laba bersih moderat BBCA tahun ini. Laba bersih BBCA diprediksi bertumbuh mencapai 6,3% menjadi Rp 58,3 triliun tahun ini dan diharapkan lanjutkan peningkatan menjadi Rp 62,2 triliun pada 2026.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan laba bersih bank only hingga Februari 2025 sebanyak 8% menjadi Rp 8,97 triliun.
Begitu juga dengan tim riset Verdhana Sekuritas yang tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengant arget harga Rp 12.600. Target harga tersebut menggunakan analissis DuPont dengan sejumlah parameter, seperti risk free rate 6,5%m equity risk premium 7,8%, beta 0,8, dan CAR adjusted ROAE sebanyak 24,5%. Target harga ini mengimplikasikan perkiraan PB sekitar 5,4 kali.

