5 Emiten Hary Tanoe Rilis Kinerja Keuangan, Hanya 2 Cetak Kenaikan Dipimpin MSIN
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo rilis laporan kinerja keuangan tahun 2025. Beberapa dari 10 emiten yang dikendalikannya mencatatkan penguatan, sisanya catatkan penurunan signifikan.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 2,95 triliun menjadi Rp 3,47 triliun sepanjang 2024. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan pendapatan kotor dari Rp 824,64 miliar menjadi Rp 965,25 miliar.
Baca Juga
Hary Tanoe melalui MNC Asia (BHIT) makin Agresif Borong Saham MNC Land (KPIG) dari Pasar
Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan dari Rp 264,82 miliar menjadi Rp 399,38 miliar. Laba per saham juga terangkat dari Rp 4,35 menjadi Rp 6,57 per saham.
Kenaikan serupa dicatatkan emiten PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) setelah pendapatan tahun 2024 naik dari Rp 7,78 triliun menjadi Rp 7,95 triliun. Laba kotor juga naik dari Rp 3,61 triliun emnjadi Rp 3,65 triliun. Laba bersih tahun berjalan juga bertumbuh dari Rp 1,09 triliun menjadi Rp 1,14 triliun.
Kondisi berbeda dicatatkan PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Pendapatan perusahaan ini turun tipis dari Rp 10,16 triliun menjadi Rp 10,05 triliun. Laba bersih tahun berjalan juga melemah dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 917,22 miliar.
Sebaliknya penurunan kinerja melanda emiten Hary Tanoe lainnya, seperti PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) catatkan penurunan pendapatan dari Rp 741,04 miliar menjadi Rp 703,78 miliar tahun 2024. Penurunan memicu rugi kotor berlanjut dengan penurunan dari Rp 181,37 miliar menjadi Rp 33,94 miliar.
Baca Juga
Saham Proksi Emas ANTM, BRMS, HRTA, dan UNTR bisa Jadi Pilihan di Tengah Volatilitas Pasar Saham
Rugi bersih tahun berjalan juga turun dari semula Rp 274,82 miliar menjadi Rp 116,72 miliar. Rugi per saham turun juga turun dari Rp 27,6 menjadi Rp 11,7 per saham.
Penurunan juga melanda PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) setelah pendapatan anjlok dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 1,67 triliun tahun 2024. Penurunan meicu laba kotor turun dari Rp 182,41 miliar menjadi Rp 23,39 miliar.
Rugi sebelum pajak juga membengkak dari Rp 264,64 miliar menjadi Rp 319,82 miliar. Rugi tahun berjalan melonjak dari Rp 94,92 miliar menjadi Rp 259,06 miliar.

