OJK Sahkan ‘Buyback’ Saham Tanpa RUPS Besok?
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi sedikit petunjuk soal kebijakan di Pasar Modal Indonesia untuk menahan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Setelah, IHSG anjlok 6,12% pada perdagangan sesi I, Selasa (18/3/2025), sejumlah pemangku kepentingan mendatangi gedung BEI, seperti anggota DPR dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada DPR, ini luar biasa dan tentunya ingat ya, ini akan mendukung policy yang dilakukan. Kami pada saat 3 Maret 2025 kan dilakukan konferensi pers terhadap volatility dan kami beri kepada rekan-rekan wartawan yang akan dilakukan. Insyaallah besok kami akan lakukan salah satu policy mungkin rekan-rekan wartawan akan hadir,” papar Inarno di depan Main Hall Gedung BEI, Selasa (18/3/2025).
Namun Inarno belum memberikan keterangan yang lebih jelas, saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan. Mantan direktur utama BEI ini selalu menjawab agar wartawan menunggu pengumuman esok hari, Rabu (19/3/2025) pukul 10:00 WIB.
“Policy (kebijakan) itu tidak bisa setiap menit berubah. Pokoknya tunggu besok ya. Kalian sudah tahu lah (kebijakan dimaksud),” ungkap Inarno kepada wartawan.
Sebelumnya, OJK dan BEI telah mengumumkan rencana kajian penerapan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Terdapat opsi kebijakan yang jika diperlukan, yaitu mengkaji buyback saham tanpa RUPS dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan situasi, serta kondisi yang terjadi nantinya,” ujar Inarno dalam konferensi pers Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall, Gedung BEI, Senin (3/3/2025).
Baca Juga
IHSG Anjlok 6%, Wamen Investasi: Tidak Masalah, Bicara Market Kondisionalnya Banyak
OJK menegaskan, rencana tersebut merupakan kebijakan antisipasi untuk mencegah hal-hal buruk ke depannya. Dalam konteks ini, mereka menilai kondisi saat ini masih wajar.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, ide buyback tanpa RUPS merupakan salah satu masukan yang didapat dari para pelaku pasar.
“Kalau itu memang dibutuhkan oleh para stakeholders untuk menjaga confidence di pasar kita, tentu bagiannya bursa akan kami kaji, bagiannya OJK, tadi OJK juga menyampaikan akan melakukan kajian sesegera mungkin,” jelas Jeffrey, ditemui usai konferensi pers.
Dia menegaskan kajian lengkap tentang rencana pembuatan regulasi buyback saham tanpa RUPS, ada di pihak OJK. Bursa berharap, rencana ini mampu menjaga kepercayaan diri investor, baik ritel maupun institusi.
“Kalau memang ada program buyback, tentu diharapkan harga sahamnya akan naik karena ada penambahan demand di pasar,” jelas Jeffrey.
IHSG Turun 6,12%
Sementara itu, terkait penurunan IHSG hingga 6,12%, Direktur Utama BEI Iman rachman masih menyalahkan gejolak isu ekonomi global sebagai biang keroknya. Dia masih membahas bahwa penurunan IHSG memang terjadi sejak pekan lalu.
“Isu global terjadi dan beberapa hal terjadi di saat ini karena mereka sedang wait and see, penurunannya sebagian besar asing, update dari Donald Trump itu jadi dampak penurunan IHSG kita,” ujar Iman kepada wartawan di BEI, Selasa (18/3/2025).
Baca Juga
IHSG Lanjutkan Penurunan lebih dari 6%, Trading Halt Kedua Mengintai
Dia bahkan menegaskan bahwa pergerakan IHSG merupakan akumulasi berbagai hal, tidak hanya dipengaruhi isu domestik atau tentang perekonomian Indonesia. Iman meyakini, kinerja fundamental perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia juga masih bagus dan tidak isu negatif pada hal tersebut.
“Tetapi sentimen mengenai sentimen bursa efek kita,” sambungnya.
BEI telah menerapkan penghentian perdagangan sementara (trading halt) karena penurunan IHSG yang menembus total 5%. Bursa pun telah memberikan keterangan resminya sebelum perdagangan sesi I ditutup.
“Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan IHSG mencapai 5%,” tulis keterangan resmi yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi siang ini.
Bursa menjelaskan, pembekuan dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Selanjutnya perdagangan di BEI dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
“Sekarang perdagangan seperti biasa dan sekarang sudah lebih baik,” tutup Iman.
Pada pukul 15:40 WIB, IHSG terpantau berada pada level 6.206,14 atau turun sekitar 4,11% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini masih terhitung tinggi namun lebih rendah dibandingkan akumulasi penurunan siang tadi, sebelum penutupan perdagangan sesi I.

