Investor Asing Obral Saham Rp 1,77 Triliun, Dua Saham Bank Besar Ini Dilepas
JAKARTA, investortrust.id– Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo hingga Rp 1,77 triliun, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/3/2025), sebanyak 131,79 poin (1,98%) menjadi 6.515.
Net sell terbanyak melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 501,99 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 292,36 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 267,75 miliar, PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 249,72 miliar, dan PT Tjiwi Kima Tbk (TKIM) Rp 198,90 miliar.
Baca Juga
Pertamina EP Serah Terima Pengelolaan Area Operasi dan Aset untuk Optimalisasi Produksi Migas
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 98,92 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 53,31 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 21 miliar, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) Rp 18,58 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 15,93 miliar.
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu atas kejatuhan saham emiten data center DCII hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Kejatuhan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini anjlok dari Rp 483 triliun menjadi Rp 431 triliun. Peringkatnya juga turun dari 6 menjadi 8 untuk kategori top 10 market cap BEI.
Pelemahan saham DCII membuat IHSG saham sektor teknologi melemah 12,71%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,91%, sektor keuangan 0,90%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 1,16%, sektor energi 1,04%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor consumer non primer 1,13%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer.
Baca Juga
Saat indeks anjlok, tiga saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 34,51% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,86% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,50% menjadi Rp 940. Penguatan juga melanda saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebanyak 10,32% menjadi Rp 278 dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) naik 10,29% menjadi Rp 386.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 17,62 poin (0,26%) menjadi 6.647 dengan investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 897,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 436,68 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 181,15 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 148,24 miliar.

