IHSG Dibuka Rebound Signifikan Pagi Ini, Sejumlah Saham Berikut Torehkan Penguatan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2025), dibuka melesat sebanyak 50 poin (0,78%) menajdi 6.430. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas indeks saham Asia.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,29%, sektor industri 0,88%, sektor energi 0,78%, sektor keuangan 0,82%, sektor infrastruktur 1%, dan sektor consumer primer 0,63%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Prediksi Pelemahan IHSG Berlanjut Hari Ini, Sebaliknya 4 Saham Ini Layak Dipilih
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga, seperti saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 23,43% menjadi Rp 1.870, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 18,98% menjadi Rp 1.630, dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 16,55% menjadi Rp 169.
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham lainnya, yaitu saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY).
IHSG kemarin ditutup berbalik terkoreksi tajam sebanyak 139,26 poin (2,14%) menjadi 6.380,40 dengan pembelianbersih (net buy) saham oleh investor asing bernilai Rp 593,64 miliar di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 175,95 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 161,39 miliar.
Baca Juga
Pasar Asia Pasifik Mayoritas Dibuka Menguat, Beda Arah dengan Wall Street
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 4,65%, sektor material dasar 4,87%, sektor consumer primer 3,88%, sektor teknologi 2,54%, sektor infrastruktur 1,95%, dan sektor industry 1,32%.
Sedangkan faktor utama penekan indeks berasal dari kejatuhan saham-saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BREN, TPIA, CUAN, dan PTRO. Penurunan dalam juga disumbangkan saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro, yaitu RAJA dan RATU. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN mencapai 11,76% menjadi Rp 6.000. Kejatuhan saham emiten grup Pantai Indah Kapuk (PIK), yaitu PANI dan CBDK.

