Saat IHSG Rekor Terburuk Ke-2 di Dunia, BEI: Koreksi Merupakan Dinamika Pasar
JAKARTA, investorturst.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan penurunan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 120,73 poin (1,83%) menjadi 6.485 merupakan dinamika pasar. Koreksi tersebut bagian dari mekanisme permintaan dan penawaran.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham BEI, Kamis (27/2/2025), IHSG rontok 120,73 poin (1,83%) ke level terendah baru dalam tiga tahun terakhir 6.485. Berlanjutnya penurunan tersebut membuat kinerja IHSG BEI terburuk kedua di dunia dengan penurunan sebanyak 8,40% year to date (ytd) setelah SET Index Thailan dengan koreksi 13,08%. Sebaliknya penguatan terpesat di dunia dicetak indeks bursa saham Kolombia dan Hang Seng Index masing-masing sebanyak 19,32% dan 18,24% ytd.
Baca Juga
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik tetap memandang optimis laju IHSG. Pasalnya penurunan indeks hari ini merupakan dinamika pasar dan hal itu terjadi dari mekanisme permintaan dan penawaran.
"Jadi, memang bursa tidak pada posisi untuk memperkirakan atau mempengaruhi pergerakan itu, fungsi bursa adalah terus menyelenggarakan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Saya kira itu adalah keputusan investor yang kita harapkan itu akan segera pulih nantinya," kata Jeffrey kepada investortrust.id di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (27/2/2025).
Sementara itu, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, koreksi IHSG masih didorong oleh tekanan jual saham-saham bank kapitalisasi pasar besar, seperti BMRI 4,47% BBRI 3.93% dan BBCA 2,28%.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Cetak Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 134,4 triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
Penurunan indeks juga dipicu atas berlanjutnya penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS ke level Rp 14.464. Depresiasi mata uang ini direspons negatif oleh pasar sebagai Gambaran ketidakstabilan dalam negeri.
"Kami melihat support berikutnya untuk IHSG pada level 6.400, jika kembali terjadi pematahan maka kami melihat tren bearish kembali berlanjut. Tetapi jika masih mampu bertahan pada level 6.400-6.500 maka ada potensi terjadi technical rebound dengan resistance di level 6.630," kata Audi saat dihubungi investortrust.id, Kamis, (27/2/2025).

