Harga Emas Melemah, Tarif Baru Trump Jadi Sentimen Utama
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melemah ke level US$ 2.930 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Rabu (26/2/2025) meskipun berhasil pulih dari level terendah satu minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Dalam pandangan riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), ketidakpastian yang dipicu oleh rencana tarif Presiden AS Donald Trump terus menjadi sentimen dominan dalam pasar, membatasi tekanan jual emas dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven.
“Trump kembali memperketat kebijakan perdagangannya dengan memerintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru pada impor tembaga. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat industri domestik AS yang mendukung sektor kendaraan listrik, perangkat keras militer, dan infrastruktur jaringan listrik,” tulis riset ICDX yang ditebitkan Rabu, (26/2/2025).
Namun, langkah ini juga memicu kekhawatiran lebih lanjut terhadap inflasi dan stabilitas perdagangan global. Kepercayaan konsumen AS pun mengalami penurunan paling tajam dalam 3,5 tahun terakhir, sementara ekspektasi inflasi dalam 12 bulan mendatang melonjak signifikan.
Baca Juga
Harga Emas Meningkat, Kinerja Cicil Emas BSI (BRIS) Melesat 174,32%
Tekanan inflasi yang meningkat berpotensi mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
“Di sisi lain, investor akan mencermati data Penjualan Rumah Baru AS untuk bulan Januari yang akan dirilis malam ini,” kata analis ICDX.
Baca Juga
Selain itu, pasar juga menantikan komentar dari pejabat The Fed, termasuk Raphael Bostic dan Thomas Barkin, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan. “Fokus utama tetap tertuju pada rilis indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Jumat (28/2/2025 yang merupakan ukuran inflasi utama The Fed,” terangnya.
ICDX memproyeksikan, secara teknikal harga emas saat ini berada pada area support US$ 2.909 - US$ 2.903. Jika tekanan jual berlanjut, level support berikutnya berada di US$ 2.886. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$ 2.926 hingga US$ 2.937, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika sentimen risk off terus mendukung aset safe haven.

