Dalam Setahun, Emtek (EMTK) Borong 990,93 Juta Saham Surya Citra (SCMA), Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek kembali menambah kepemilikan saham di PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Pengendali ini memborong sebanyak 76,11 juta atau 0,10% saham SCMA dengan nilai transaksi Rp 17 miliar.
Berlanjutnya aksi borong saham tersebut menjadikan total saham SCMA yang digenggam Emtek (EMTK) bertambah dari 60,97% pada akhir Februari 2024 menjadi 62,23% hingga pertengahan Februari 2025. Total saham yang dibeli mencapai 990,93 juta saham atau 1,26%.
Baca Juga
Emiten Eddy Sariaatmadja (SCMA) Ini Bagikan Dividen Interim, Nilainya Segini
Manajemen EMTK menyebutkan pembelian saham dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 1,11 juta saham SCMA dengan harga pelaksanaan Rp 202 dilaksanakan pada 11 Februari 2025 dan sebanyak 75 juta saham SCMA dengan harga Rp 221 dilaksanakan pada 12 Februari.
“Pembelian saham tersebut bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung. Aksi ini menjadikan total saham SCMA yang dimiliki EMTK bertambah dari 62,21% menjadi 62,23%,” tulis manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (14/2/2025).
Pada awal bulan ini, Emtek (EMTK) juga telah memborong sebanyak 102,68 juta atau 0,14% saham SCMA dengan rentang harga pembelian Rp 186-203. Saham sebanyak 7,16 juta dibeli pada 5 Februari, 56,07 juta pada 7 Ferbuari, dan sebanyak 39,44 juta pada 10 Februari.
Baca Juga
Jelang RUPS dan Ganti Nama, Saham Lini Imaji (FUTR) bisa Terdongkrak
Aksi borong juga sudah dilakukan EMTK pada 2-3 Januari 2025 dengan membeli sebanyak 121,63 juta atau 0,16% saham dengan harga pelaksanaan Rp 165. Sedangkan pada 18-30 Desember 2024 diborong sebanyak 343,73 juta saham atau 0,46% SCMA. Pada 16-17 Desember 2024 borong sebanyak 91,71 juta atau 0,12% saham SCMA.
Hingga September 2024, SCMA membukukan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 4,79 triliun menjadi Rp 5,14 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap lonjakan laba usaha dari Rp 260,50 miliar menjadi Rp 548,56 miliar. Lonjakan tersebut dipengaruhi pertumbuhan beban program dan siaran lebih rendah dibandingkan pendapatan.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan pesat laba periode berjalan perseroan dari Rp 102,77 miliar menjadi Rp 437,36 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat dari Rp 236,59 miliar menjadi Rp 509,34 miliar dan laba per saham melesat dari Rp 3,74 menjadi Rp 8,04 per saham.

