Sekuritas Ini Pertahankan Beli Saham Puradelta (DMAS), Begini Analisanya
JAKARTA, investortrust.id – Prospek dan target harga saham PT Puradelta Lesatari Tbk (DMAS) dipertahankan beli dengan target harga Rp 190. Rekomendasi ini sejalan dengan keberhasilannya mencatatkan kinerja keuangan sesuai dengan perkiraan.
Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 1,92 triliun menjadi Rp 2,03 triliun. Laba usaha juga naik dari Rp 1,07 triliun menajdi Rp 1,14 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,33 triliun.
Baca Juga
Teken Fasilitas Pinjaman Rp 1,5 Triliun, Puradelta Lesatari (DMAS) Ungkap Tujuan Penggunaan Ini
“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham DMAS denga target harga Rp 190. Target tersebut setara dengan diskon 72% terhadap RNAV. Target harga tersebut juga menunjukkan bahwa DMAS merupakan proxi atas tren peningkatan pengembangan data center,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas kemarin.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan rendahnya tingkat kompetisi perseroan sebagai pengembang Kawasan industry yang focus terhadap lahan Pembangunan data center di Indonesia.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi kas bersih perseroan hingga kini dan perolehan pinjaman jangka pendek bernilai Rp 500 miliar dari Bank Mandiri. Dana tersebut diperkirakan digunakan untuk mengakuisisi cadangan lahan, dibandingkan dengan posisi cadangan lahan DMAS tertinggal 150 hektare.
Baca Juga
Puradelta Lestari (DMAS), pengembang Kawasan modern terpadu Kot Deltamas, sebelumnya telah mengumumkan torehan penjualan marketing (marketing sales) properti senilai Rp 1,87 triliun sepanjang 2024. Angka tersebut lebih tinggi 3,73% dari target awal Rp 1,81 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan, penjualan lahan industry menjadi penyumbang terbesar tahun 2024 setelah berhasil menjual seluas 59 hektare lahan industri. “Prapenjualan segmen industri berkontribusi Rp 1,80 triliun atau sebesar 96,06% dari total prapenjualan yang dicapai tahun 2024,” katanya.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
Sisanya, terang dia, disumbangkan penjualan segmen residensial sebesar Rp 43 miliar atau sebesar 2,30% dari prapenjualan tahun 2024 dan segmen komersial menyumbang Rp 31 miliar atau setara dengan 1,64% dari prapenjualan tahun lalu.
Tondy melanjutkan bahwa penjualan lahan industry didominasi ke perusahaan sektor Data Center sejalan dengan perkembangan Artificial Intelligent (AI) dan perkembangan digital. Sisanya dari sektor FMCG, sektor logistik, sektor otomotif, dan turunannya, serta sektor lainnya. “Lebih dari 60% penjualan lahan industri perseroan tahun lalu berasal dari Data Center. Kami meyakini bahwa permintaan lahan dari tenant Data Center akan terus berlanjut ke depan,” ujar Tondy Suwanto.

