Kekhawatiran Debanking hingga Penolakan Keras Powell Terhadap Uang Digital Bikin Pasar Kripto Bergejolak
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto mayoritas tengah melemah seiring pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang mengaku khawatir atas teren debanking hingga penolakan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC).
Berdasarkan data Coinmarketcap, Rabu (12/2/2025) pukul 08.00 WIB, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) merosot 1,9% dalam 24 jam terakhir ke US$ 96.042. Ethereum (ETH) bahkan anjlok hingga 3,7% ke US$ 2.610. Kapitalisasi pasar kripto global menjadi US$ 3,16 triliun, penurunan 1,66% selama hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir US$ 103,95 miliar,naik tipis 0,09%. Sementara dominasi Bitcoin saat ini adalah 60,31%, penurunan 0,12% selama sehari.
Ketika dihadapkan oleh anggota Komite Perbankan Senat tentang kekhawatiran atas tren debanking yang mengganggu industri kripto, Powell mengatakan bahwa ia juga khawatir tentang hal itu dan sudah mengubah kebijakan pengawasan internal di Fed. Debanking adalah tindakan yang dilakukan oleh bank atau lembaga keuangan untuk menutup atau membatasi akses seseorang atau suatu entitas ke layanan perbankan.
"Saya juga merasa terganggu oleh banyaknya laporan ini," kata Powell dalam kesaksian rutin di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (11/2/2025) dilansir dari Coindesk.
Ia pun terkejut oleh meningkatnya jumlah kasus yang tampaknya merupakan debanking. Meskipun pengawasan kripto bukan topik utama dalam sidang Powell pada hari Selasa, beberapa isu besar industri diangkat, termasuk stablecoin dan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC)
Powell menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan memperkenalkan CBDC selama masa jabatannya. Sikap ini menandai perubahan penting dari pertimbangan sebelumnya di mana Federal Reserve telah menjajaki potensi dolar digital.
Baca Juga
Mata Uang Digital Bank Sentral dan Dampak terhadap Dominasi Dolar
CDBC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara. CBDC sudah memenuhi tiga fungsi dasar uang, yaitu sebagai alat penyimpan nilai (store of value), alat pertukaran/pembayaran (medium of exchange) dan alat pengukur nilai barang dan jasa (unit of account).
Apa bedanya CDBC ini dengan cryptocurrency? CDBC menggunakan private blockchain, identitas pengguna CDBC terikat dengan akun bank miliknya, berfungsi sebagai alat pembayaran seperti biasa dan bank sentral dapat mengatur jumlah pasokan dan jaringannya. Sedangkan pada cryptocurrency, menggunakan public blockchain, dapat menggunakan identitas anonim, bertujuan spekulasi dan sistem pembayaran tergantung regulasi di tiap negara serta otoritas yang mengaturnya adalah pasar jaringan kripto tersebut.
Powell menegaskan, pernyataan ini disampaikan selama sidang Komite Perbankan Senat baru-baru ini pada hari Selasa ketika Powell menanggapi pertanyaan langsung dari Senator Bernie Moreno. “Dapatkah saya memperoleh komitmen Anda bahwa selama Anda menjadi ketua sistem Federal Reserve, kita tidak akan pernah memiliki mata uang digital bank sentral?” tanya Moreno. “Ya,” jawab Powell dilansir dari CryptoPotato, Rabu (12/2/2025).
Penelitian Fed sebelumnya tentang CBDC bertujuan untuk memahami bagaimana mata uang tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem pembayaran saat ini.
Para kritikus CBDC, termasuk Nicholas Anthony dari Cato Institute, memuji komitmen Powell, dengan menyebutkan potensi risiko terhadap kebebasan finansial, privasi, dan stabilitas pasar. Tidak seperti mata uang kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin, CBDC akan dikeluarkan dan diatur oleh pemerintah, yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran atas pengawasan karena sifatnya yang dapat dilacak.
Pengumuman ini muncul pada saat beberapa negara secara aktif bereksperimen dengan mata uang digital mereka sendiri. Khususnya, uji coba yuan digital Tiongkok dimulai pada tahun 2020, dengan negara-negara lain seperti Rusia, Turki, dan Jepang juga menjajaki inisiatif serupa.
Baca Juga
Bank Terbesar Rusia, Sberbank Perluas Akses ke Mata Uang Digital
Sikap tegas Powell menyoroti perbedaan dalam kebijakan AS dibandingkan dengan tren global ini, terutama di bawah pemerintahan AS saat ini yang dipimpin oleh Presiden Trump. Senator Moreno secara khusus memuji sikap Powell karena itu berarti AS tidak akan berakhir "terlihat seperti Tiongkok" dalam hal apa pun.
Perdebatan seputar CBDC di AS telah melihat penolakan politik yang signifikan, terutama dari anggota parlemen Republik yang telah menyerukan larangan mata uang digital yang dikeluarkan pemerintah.
Tahun lalu, DPR meloloskan RUU dari Anggota Kongres Tom Emmer untuk melarang Federal Reserve menerbitkan CBDC. Dalam perintah eksekutif kripto terbarunya, Presiden Donald Trump juga melarang lembaga Federal untuk mencoba mempromosikan atau menerbitkan CBDC.
Pernyataan Powell yang jelas mungkin memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang khawatir tentang implikasi CBDC pada kebebasan pribadi dan privasi.

