Sarana Mitra Luas (SMIL) Optimistis Cetak Lonjakan Penyewaan Forklift pada 2025
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyewa truk pengangkat (forklift), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), optimistis terhadap lonjakan penyewaan alat untuk memindahkan, menyimpan, dan mengendalikan barang atau muatan (material handling equipment/MHE) pada 2025.
Direktur Utama Sarana Mitra Luas Hadi Suhermin memproyeksikan pasar forklift di Indonesia akan bertumbuh signifikan tahun ini, seiring dengan ekspansi sektor industri dan logistik yang dipercaya berkembang pesat.
“Transformasi menuju era digitalisasi dan otomatisasi turut mendorong perusahaan untuk memilih forklift yang lebih canggih,” tegas Hadi kepada wartawan di Kantor Sarana Mitra Luas, Cikarang, Bekasi, Senin (4/2/2025).
Baca Juga
Dirut sekaligus Pengendali Ini Borong Saham Sarana Mitra (SMIL) dari Pasar, Ada Apa?
Pendorong utama pertumbuhan permintaan forklift, salah satunya karena Pemerintah Indonesia fokus pada pembangunan kawasan industri baru, serta penguatan rantai pasok domestik dan internasional.
Industri manufaktur, pergudangan, dan e-commerce yang semakin besar juga membutuhkan solusi alat berat yang andal untuk mendukung operasional mereka. Dengan meningkatnya volume barang yang harus diangkut dan dikelola, forklift kerap menjadi aset vital bagi banyak perusahaan.
“Forklift elektrik dengan efisiensi energi tinggi kini semakin diminati, mengingat manfaatnya yang signifikan dalam menekan biaya operasional dan mendukung standar ramah lingkungan,” sambung Handi.
Di sisi lain, forklift bekas yang berkualitas juga diyakini menjadi alternatif menarik, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa harus mengeluarkan investasi besar.
Baca Juga
Terkait Merger EXCL-FREN, Sejumlah Analis Ini Ungkap Dampak Positif Berikut
Sarana Mitra Luas pun yakin telah menutup 2024 dengan pendapatan sekitar Rp 400 miliar dan laba sekira Rp 90 miliar. Perolehan ini ditopang oleh 300 lebih pelanggan dan kepemilikan 4.000 unit forklift oleh perseroan.
Perusahaan yang IPO pada 2023 itu juga menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk forklift merek HELI yang menjadi brand forklift terbesar asal China. Merek ini didistribusikan dan dijual di Indonesia sejak 2024.
Sampai kuartal III-2024, perusahaan tersebut mencatatkan pendapatan Rp 267,9 miliar yang naik 6,3% (yoy) dengan laba bersih Rp 56,6 miliar yang naik 5,3% (yoy). SMIL juga baru saja mendapatkan suntikan dana segar dari penerbitan Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar untuk melanjutkan inovasi dan ekspansi bisnis.
Baca Juga
Investor Pertimbangkan Dampak Tarif Trump, Yield USTreasury 10-Tahun Turun
“Per September 2024, Kami memiliki kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Rp 164,77 miliar, naik signifikan dari periode 2023 yang hanya Rp 50,73 miliar. Kemudian Posisi kas dan setara kas kami Rp 58,93 miliar,” jelas Hadi.
Melihat kondisi tersebut, direksi meyakini permintaan pasar yang semakin beragam akan membuka peluang besar bagi pelaku usaha di sektor forklift. Perseroan melengkapi keberagaman permintaan pasar dengan memberi kontrak perawatan berkala, penyediaan suku cadang asli, dan jasa rekondisi unit.
“Pelaku bisnis yang mampu menyediakan solusi lengkap dan fleksibel diprediksi akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar yang semakin kompetitif.” tutup Hadi.

