Bank Terbesar di Swiss UBS Uji Coba Blockchain ZKsync untuk Modernisasi Investasi Emas Digital
JAKARTA, investortrust.id - Bank terbesar di Swiss yaitu Union Bank of Switzerland (UBS) tengah mencoba teknologi blockchain untuk memodernisasi investasi emas digital bagi investor ritel. Bank dengan aset lebih dari US$ 5,7 triliun tersebut telah menyelesaikan bukti konsep produk investasi emas fraksionalnya, yaitu UBS Key4 Gold pada jaringan Ethereum lapisan-2 (L2) ZKsync Validium.
Dengan memanfaatkan ZKsync, menjadi upaya UBS untuk mengatasi skalabilitas, privasi, dan interoperabilitas untuk ekspansi global produk yang menyasar segmen ritel.
“Upaya berkelanjutan UBS untuk mengeksplorasi bagaimana blockchain dapat meningkatkan penawaran keuangannya. Saya sangat yakin bahwa masa depan keuangan akan terjadi secara onchain dan teknologi ZK akan menjadi katalisator pertumbuhan,” ujar penemu ZKsync Alex Gluchowski, dilansir dari Cointelegraph, Senin (3/2/2025).
Baca Juga
Elon Musk Dikabarkan Usulkan Penggunaan Blockchain di Departemen Efisiensi Pemerintah AS
UBS Key4 Gold awalnya dibangun di jaringan UBS Gold milik bank, sebuah blockchain berizin yang menghubungkan brankas, penyedia likuiditas, dan distributor. ZKsync Validium memiliki sejumlah keunggulan seperti meningkatkan privasi, interoperabilitas, dan transaksi throughput yang lebih tinggi berkat penyimpanan data offchain.
Uji coba berbasis blockchain ini dilakukan hampir tiga bulan usai UBS meluncurkan dana tokenisasi di Ethereum, yang bertujuan untuk menempatkan Ethereum tepat ke jantung keuangan tradisional.
Teknologi ZKsync Validium yang digunakan UBS memiliki ambisi besar di 2025. Dengan target memproses lebih dari 10.000 transaksi per detik dan menekan biaya transaksi hingga US$ 0,0001, teknologi ini berpotensi meningkatkan daya tarik blockchain bagi lembaga keuangan.
Baca Juga
Tak Ingin Ketinggalan, PM Malaysia Jajaki Kebijakan Kripto dan Blockchain
Solusi penskalaan berbasis Zero-Knowledge Proofs (ZK-Proof) ini memungkinkan transaksi lebih cepat dan aman di jaringan Ethereum. Dengan performa tinggi dan biaya rendah, ZKsync diyakini dapat menarik lebih banyak pengembang dan institusi untuk mengadopsi solusi blockchain.
Para ahli menilai bahwa teknologi privasi memainkan peran penting dalam menarik adopsi blockchain oleh institusi keuangan. Pendiri Inco Remi Gai mengungkapkan tantangan transparansi dalam blockchain yang membuat banyak lembaga masih ragu untuk masuk ke sektor ini.
“Lembaga masih mengalami kesulitan memasuki ruang tersebut karena semuanya transparan. Jika anda memungkinkan pengalaman yang mirip dengan apa yang mereka sukai di Web2, tiba-tiba ini dapat mendatangkan lebih banyak likuiditas, kasus penggunaan, peserta yang lebih besar, dan uang untuk memasuki ruang tersebut,” katanya.
Teknologi enkripsi homomorfik yang memungkinkan komputasi pada data terenkripsi tanpa mendekrisinya, menjadi solusi yang menarik bagi sektor keuangan. Menurut Gai, pengembangan teknologi ini dapat membuka modal baru senilai US$ 1 triliun ke dalam industri kripto.

