IHSG Sesi I Parkir di Zona Hijau, Saham Sektor Infrastruktur Melejit 3,42%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I perdagangan ke level 7.274,84, menguat 37,32 poin (0,52%) pada Rabu, (27/12/2023).
Penguatan IHSG ditopang oleh sektor infrastruktur yang menguat 3,42%, kemudian sektor transporasti dan logistik yang naik 1,95%.
Sementara indeks sektor energi menguat sebesar 0,52%, basic materials 0,95%, indeks consumer non-cyclical naik 0,52%, healthcare menguat 0,41%, kemudian indeks finansial menguat 0,38%.
Indeks teknologi tercatat rebound 0,38%, sektor properti dan real estate menguat 0,17% serta indeks cyclical yang menguat 0,38%.
Baca Juga
Replanting Kebun Sawit, Gozco Plantations (GZCO) Tarik Pinjaman Rp 450 Miliar
Hanya sektor industrials yang mengalami pelemahan -0,22% pada Sesi I, Rabu (27/12/2023).
Sejalan dengan kenaikan IHSG, tercatat sejumlah saham mengalami penguatan terbesar, diantaranya Saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) yang melesat 19,53%, saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat 13,82%, kemudian PT SAP Express (SAPX) menguat 11,26%.
Selanjutnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 6,67% dan saham PT Krom Bank Indonesia (BBSI) menguat 9,14%, serta PT Akasha Wira International Tbk (ADES) menguat 3,47%.
Sedangkan pada jajaran saham yang mengalami penurunan tajam atau top losser tampak pada saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) anjlok -24,85% atau menembus ARB, lalu PT Akbar Indo Makmur Stimec (AIMS) anjlok -10%, saham PT Pioneerindo Gourmet International (PTSP) -8,57%.
Baca Juga
Kemudian Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) -7,05%, serta saham PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) anjlok -6,67%.
Analis PT Panin Sekuritas menyebut, penguatan IHSG ditopang oleh optismisme pelaku pasar terhadap langkah The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga acuan pada tahun 2024.
Selain itu fenomena santa claus rally serta window dressing disebut-sebut membawa angin segar bagi perdagangan saham akhir tahun 2023. Terlebih pada perdagangan Selasa (26/12/2023) atau Rabu dini hari WIB indeks Wall Street kompak menghijau, di mana indeks Dow Jones tercatat menguat 0,03%.
Kemudian indeks Nasdaq menanjak 0,26% serta indeks S & P terapresiasi 0,14%. Penguatan pasar juga ditopang oleh posisi inflasi Amerika Serikat yang melandai ke level 3,1% pada November 2023, atau lebih rendah dari angka 3,2% pada Oktober 2023.

