Cek Rekening! Hari Ini Adaro Energy (ADRO) Bayar Dividen Rp 6,17 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tambang batu bara, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dijadwalkan melakukan pembayaran dividen tunai interim hari ini, Jumat (12/01).
Pembagian dividen tunai interim ADRO telah diumumkan Perseroan dalam keterbukaan informasi Perseroan tanggal 18 Desember 2023.
Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Mahardika Putranto mengatakan, kurs konversi pembagian dividen tunai interim tersebut ditetapkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia tanggal 2 Januari 2024, yaitu senilai Rp15.439 per dolar AS.
Baca Juga
Transaksi Afiliasi, Manuver Anak Usaha Adaro (ADRO) di Ujung Tahun
‘’Dengan demikian jumlah keseluruhan dividen tunai interim yang akan dibagikan Perseroan dalam mata uang rupiah adalah sebesar Rp 6,17 triliun untuk 30,88 miliar lembar saham atau sebesar Rp 199,98 per saham,’’ ulas Mahardika dikutip dari keterbukaan informasi belum lama ini.
Manajemen Adaro (ADRO) dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/12/2023), menyebutkan bahwa pembagian dividen tersebut sesuai dengan Keputusan direksi dan telah disetujui dewan komisaris pesreroan pada 14 Desember 2023.
Pembagian dividen tersebut didasarkan raihan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 1,21 miliar hingga September 2023. Sedangkan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai US$ 5,13 miliar dan total ekuitas sebanyak US$ 7,41 miliar.
Baca Juga
Aksi Terbaru Adaro Minerals (ADMR), Suntik Modal Perusahaan Ini Rp 376 Miliar
Hingga September 2023, Adaro (ADRO) membukukan pendapatan usaha senilai US$ 4,98 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 5,91 miliar. Sedangkan laba perioer berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 1,90 miliar menjadi US$ 1,21 miliar.
Sebelumnya, Tim riset RHB Sekuritas menyebutkan bahwa Adaro Energy (ADRO) menyimpan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang, seiring dengan massifnya diversifikasi bisnis. Sejumlah iniasiatif bisnis tersebut diharapkan menjadi bantalan di tengah penurunan harga komoditas batu bara.
Diversifikasi bisnis yang tengah gencar dilakukan Adaro akan menjadi membantu performa kinerja keuangan tetap solid, meskipun harga batu bara global cenderung melemah. Diversifikasi tersebut juga berpotensi memperkuat nilai ESG perseroan dalam jangka panjang.

