Begini Upaya CFX Bantu Awasi Perdagangan Kripto Selama 24 Jam Non Stop
JAKARTA, investortrust.id - Perdagangan aset kripto yang berlangsung selama 24 jam tanpa henti, termasuk di hari libur maupun tahun baru, menjadi tantangan tersendiri bagi PT Central Financial X (CFX) Indonesia.
Direktur Utama CFX Subani mengungkapkan, dengan kondisi demikian, perlu juga diimbangi dengan sistem operasional yang andal. Oleh karena itu, bursa kripto pertama di dunia itu memiliki strategi dalam mengedepankan teknologi maupun sumber daya manusia (SDM).
“Itu salah satu tantangan CFX ke depannya, bagaimana bisa mengawasi perdagangan kripto selama 24 jam, baik tahun baru maupun libur nasional perdagangan kita tetap jalan terus,” ujarnya, dalam Podcast Konvergensi Investortrust, di Kantor CFX, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
CFX adalah bursa berjangka kripto yang diatur pemerintah dan didedikasikan untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan pasar aset digital Indonesia. Didirikan pada bulan Juli 2023, CFX memainkan peran penting dalam memastikan ekosistem kripto yang aman dan inovatif di Indonesia.
Selain itu, lanjut Subani, tantangan lainnya adalah memastikan semua transaksi berjalan dengan lancar dan nasabah bisa menerima hasil transaksi atau penjualan kriptonya secara instan. Tanpa ada sistem T+2 seperti di bursa saham.
Baca Juga
Ekosistem Kripto di Indonesia Sudah Lengkap, CFX Pastikan Aspek Keamanan dan Transparansi
“Bila nasabah menjual kriptonya, itu harus mendapatkan uangnya saat itu juga. Tidak ada T+2 yang memang berbeda dengan bursa yang lain dan cukup challenging untuk menyediakan sistem dan infrastruktur operasional untuk mendukung ini semua,” katanya.
Di sisi bersamaan, CFX juga menggunakan sistem kerja tiga shift dalam setiap hari untuk memastikan pengawasan perdagangan kripto tetap optimal. Setiap tim bekerja dalam durasi yang telah diatur agar kinerja terus maksimal.
“Biasa dalam sehari itu kita ada tiga kali shift. Jadi ini merupakan salah satu yang berbeda mungkin dari bursa lain. Kita 24 jam (beroperasi) dan bila nasabah menjual katakanlah kriptonya, itu harus mendapatkan uangnya saat itu juga,” ucap Subani.
Baca Juga
CFX Indonesia CEO Applauds Smooth Transition of Crypto Oversight to OJK
Terlepas dari itu, menurut Subani, saat ini generasi muda menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perdagangan kripto di dalam negeri. “Generasi muda ini sudah terbiasa segala sesuatunya instan, sehingga ini (kripto) menjadi favorit. Sekarang belanja online, apalagi bisa segera langsung bayar transaksi. Seperti sekarang kripto di Indonesia,” ujarnya.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, transaksi aset kripto di Indonesia pada periode Januari-November 2024 tercatat sebesar Rp 556,53 triliun. Nilai ini melonjak 356,16% dibanding periode yang sama pada 2023.
Dengan jumlah investor kripto di Indonesia yang telah mencapai 22,11 juta per November dan harga berbagai koin aset kripto yang terus menunjukkan kenaikan, aset kripto semakin menjadi perhatian masyarakat luas.

