Usai Tutup Layanan Marketplace Fisik, Bukalapak (BUKA) Ungkap Sisa Dana IPO Saham Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyisakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 9,33 triliun hingga akhir 2024. Nilai tersebut setara dengan 42,60% dari total perolehan Rp 21,9 triliun.
Bukalapak (BUKA) telah menggelar penawaran umum perdana pada Agustus 2021 dengan total perolehan dana Rp 21,90 triliun. Sedangkan hasil bersih dari pelepasa saham tersebut setara dengan Rp 21,32 triliun.
Baca Juga
Manajemen BUKA dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/1/2025), menyebutkan bahwa sebagian besar sisa dana hasil IPO saham tersebut diinvestasikan pada obligasi negara dan sisanya di tempatkan sebagai simpanan bank.
Di antaranya, dana senilai Rp 2,4 triliun di temaptkan pada obligasi pemerintah dengan kupon 6,5% per tahun, senilai Rp 1,04 trilun juga ditempatkan pada obligasi negara dengan kupon 7%, dan dana senilai Rp 710 miliar pada obligasi negara dengan kupon 6,5%.
Sedangkan penempatan dana paling besar untuk perbankan ditempatkan di Bank DBS senilai Rp 1,07 triliun dengan kupon 6,75% per tahun dan BRI senilai Rp 916,21 miliar dengan kupon 6,6% per tahun.
Baca Juga
Tutup Layanan Marketplace Fisik, Saham Bukalapak (BUKA) Bisa Jadi Berapa?
Sebelumnya, Bukalapak.com (BUKA) telah mengumumkan penutupan layanan penjualan produk fisik di marketplace Bukapak mulai Selasa (7/1/2024), meski demikian Pelapak dan konsumen masih diberikan kesempatan bertansaksi produk fisik hingga 9 Februari 2025. Penutupan tersebut bagian dari tranformasi bisnis untuk focus pada penjualan produk virtual.
“Kami ingin menginformasikan bahwa Bukalapak akan menjalani transformasi dalam upaya untuk meningkatkan focus pada produk virtual. Oleh karena itu, kami akan menghentikan operasional penjualan produk fisik di marketplace Bukalapak,” tulis pengumuman resmi Bukalapak dalam blog resminya, Selasa (7/1/2025).
Manajemen melanjutkan bahwa perubahan ini akan berdampak pada usaha Pelapak, sehingga transisi tersebut akan dijalankan sebaik mungkin. Perseroan juga telah menyiapkan sejumlah panduan dan langkah-langkah untuk membantu Pelapak selama proses transisi.
Usai menghentikan penjualan produk fisik, Bukalapak nantinya akan focus menjual produk virtual, seperti pulsa prabayar, paket data, token Listrik, angsuran kredti, BPJS Kesehatan, dan produk pembayaran lainnya.
Grafik Saham BUKA

