Menkeu Rusia: Rusia Bebas Gunakan Bitcoin dalam Perdagangan Luar Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Rusia telah aktif bereksperimen dengan aset keuangan digital (DFA) dalam perdagangan luar negeri sejalan dengan undang-undang negara tersebut, menurut seorang pejabat senior pemerintah.
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov membahas alternatif dolar Amerika Serikat (AS) untuk perdagangan internasional dalam sebuah wawancara di saluran berita milik negara Rusia-24 pada tanggal 25 Desember.
Siluanov mengatakan, pemerintah Rusia telah mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan perdagangan luar negeri dalam DFA dan Bitcoin.
Menurut menteri tersebut, transaksi perdagangan luar negeri tersebut telah digunakan, dan Rusia berencana untuk mengembangkan dan meningkatkannya lebih jauh. “Kita dapat menggunakan Bitcoin yang ditambang," ujarnya dikutip dari Cointelegraph, Kamis (26/12/2024).
Baca Juga
Dalam wawancara tersebut, Siluanov mengatakan bahwa dalam situasi saat ini, penerapan DFA dalam perdagangan luar negeri sebagai alternatif dolar AS “cukup dapat dimengerti” karena memungkinkan penggunaan infrastruktur modern.
“Ini adalah inovasi dalam sistem penyelesaian global. Itulah masa depan,” katanya dikutip dari Cointelegraph, Kamis (26/12/2024).
Siluanov mengatakan, Rusia bebas menggunakan aset keuangan digital termasuk Bitcoin dalam perdagangan luar negeri, sesuai dengan rezim hukum eksperimentalnya, yang mulai berlaku pada September 2024.
“Kami dapat membayar pengiriman barang dengan aset keuangan digital. Bitcoin, yang kami tambang di Federasi Rusia, juga dapat digunakan dalam rezim eksperimental,” ucapnya.
Baca Juga
Survei: 37% Investor Ritel Uni Emirat Arab Mau Tingkatkan Investasi Kripto di 2025
Menteri keuangan menyebutkan bahwa Rusia melegalkan penambangan awal tahun ini. “Itulah sebabnya transaksi semacam itu terjadi. Kami katakan bahwa transaksi tersebut perlu dikembangkan dan diperluas, dan saya yakin tahun depan, itu akan menjadi kenyataan,” tambahnya.
Pernyataan terbaru Siluanov tentang DFA dan Bitcoin muncul beberapa minggu setelah menteri keuangan mendesak publik untuk menjauh dari investasi kripto pada bulan November.
“Beberapa orang melihat mata uang kripto sebagai sumber uang cepat. Saya tidak merekomendasikannya sebagai sarana investasi,” kata menteri tersebut dalam pidatonya di acara pendidikan lokal pada tanggal 6 November.
Pada saat peringatan Siluanov, Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas US$ 76.000 dan menuju tonggak sejarah US$ 100.000, yang tercapai sekitar 30 hari setelahnya.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Rusia secara resmi mengakui Bitcoin sebagai aset keuangan digital sebagai bagian dari RUU "Tentang Aset Keuangan Digital" pada tahun 2021. Meskipun memberikan status hukum kepada DFA, undang-undang tersebut melarang penggunaannya sebagai pembayaran di dalam negeri.

