Semen Merah Putih (CMNT) Siap Dukung Kebutuhan 'Green Architecture House'
JAKARTA, Investortrust.id - Tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bumi, mendorong peningkatan tren gaya hidup berkelanjutan (sustainable living), yang dibuktikan dari pesatnya pembangunan rumah yang berkonsep green building.
Semen Merah Putih merupakan produksi dari PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT). Manajemen CMNT menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan green architecture housing. Salah satu upaya yang dihadirkan yaitu dengan mengembangkan inovasi produk semen Non-OPC yang rendah jejak emisi karbonnya, seperti Semen Hidraulis yaitu Semen Merah Putih FLEXIPLUS yang sudah bersertifikat Green Label dari GPCI.
“Kami selalu berinovasi untuk mewujudkan komitmen kami mendukung konstruksi berkelanjutan. Bahkan di Beton Merah Putih, produk Ready-Mix kami sudah menggunakan teknologi Carbon Injection, dimana CO₂ yang ditangkap, diinjeksikan ke dalam beton, untuk mengurangi jejak karbon dan tetap menjaga kualitas beton yang diproduksi” ujar Head of Marketing Semen Merah Putih (CMNT), Nyiayu Chairunnikma dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (24/12/2024).
Baca Juga
Cemindo (CMNT): Program Pemerintah Pembangunan 3 Juta Rumah Jadi momentum Bounce Back Industri Semen
Lebih lanjut, Nyiayu mengatakan bahwa konsep Green Architecture House bukan lagi hanya tuntutan atau sekedar ikut gaya kekinian, namun kebutuhan yang perlu dijawab oleh industri properti, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya generasi muda dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan.
Menurutnya, konsep rumah dengan green architecture adalah bagaimana sebuah konstruksi dirancang dan dibangun dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Mulai dari desain yang memaksimalkan sirkulasi udara, penghematan energi lewat penggunaan solar panel, pemanfaatan ruang yang multifungsi, sampai penggunaan material bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.
“Akan tetapi keterjangkauan masih menjadi alasan utama yang menghalangi mereka menjalani gaya hidup berkelanjutan,” urainya.
Dikutip dari Data Healthy & Sustainable Living 2023 - GlobalScan, bahwa 49% responden menyatakan keterjangkauan adalah isu utama dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan, dimana permasalahan ini juga terjadi di industri properti.
Sementara itu, pemerintah sangat mendukung konsep green architecture housing ini. Contohnya dari program IGAHP (Indonesia Green Affordable Housing Program) oleh Kementerian PUPR pada tahun 2023, menginisiasi kebijakan yang memfasilitasi transisi ke arah perumahan hijau dalam pembangunan serta memudahkan konsumen mendapatkan akses finansial untuk pembelian perumahan hijau tersebut.

