Isu ANTV Diakuisisi Emtek (EMTK), Begini Respons Direktur MDIA
JAKARTA, investortrust.id - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) baru saja menambahkan porsi kepemilikan sahamnya pada PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Namun di luar penambahan porsi saham di SCMA, kembali beredar kabar bahwa EMTK akan mengakuisisi stasiun tv swasta milik PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yaitu ANTV. Direktur PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Arhya Winastu Satyagraha mengatakan bahwa berita mengenai akuisisi tersebut sudah muncul dari beberapa tahun yang lalu. Bahkan, terdapat isu bahwa MNC Group juga akan mengakuisisi ANTV 15 tahun yang lalu.
“Begini, kalau kamu cari berita mungkin dari tahun 2016, berita bahwa kita dengan EMTK itu sudah ada dari zaman dahulu. Tarik lagi mungkin 10 tahun, 15 tahun yang lalu, kita ada dengan MNC. Jadi ini adalah berita yang sudah terbiasa, apalagi dengan market yang seperti ini,” terangnya usai paparan publik MDIA di Bakrie Tower, Jakarta, Senin (23/12/2024).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa diskusi antar pemain di stasiun TV merupakan hal yang wajar terjadi, khususnya menjadi bagian dari efisiensi pada industri.
Baca Juga
Rampungkan Proses PKPU, VIVA dan MDIA Perkuat Lini Bisnis Digital
“Dan memang diskusi antara para pemain stasiun TV itu masih ada, cuma kita tidak bisa confirm, apakah kita mau diakuisisi, atau kita mau akuisisi mereka, atau apa. Tapi yang namanya diskusi untuk bagaimana kita berkolaborasi, saya rasa itu kan adalah bagian dari efficiency di industri ini. Apalagi kita tahu bahwa mereka banyak content library-nya yang mungkin bisa berguna bagi kita,” imbuhnya.
Untuk itu, ia menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya masih belum bisa mengonfirmasi kejelasan isu tersebut. “Ya, saya tidak bisa konfirmasi itu, karena misalnya ada pun itu mungkin pembicaranya di level prinsipal,” jelas Arhya.
Selanjutnya, ia juga memaparkan bahwa lisensi frekuensi tv tidak bisa dipindahtangankan begitu saja. Sehingga, masih terdapat sejumlah prosedur seperti mengembalikan lisensi frekuensi tersebut kepada Pemerintah terlebih dahulu.
“Kita harus balikin dulu ke pemerintah. Tapi license terhadap frekuensinya itu setahu saya tidak bisa dipindahtangankan,” pungkasnya.

