Dirut BEI: Investor Domestik Semakin Kokoh di Pasar Saham
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 23 triliun sepanjang year to date (ytd), meskipun perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda sejumlah sentimen negatif yang datang dari dalam dan luar negeri. Sedangkan pemodal domestik menjadi penopang di tengah aliran dana asing ke luar yang ditunjukkan dari peningkatan nilai transaksi dan kepemilikan saham.
“Di tengah tekanan kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga, penurunan fundamental sejumlah perusahaan akibat kenaikan suku bunga, hingga kemenangan Donald Trump pada pemilu Amerika Serikat (AS), pemodal asing ternyata masih percaya yang ditunjukkan melalui net buy saham Rp 22,6 triliun dari awal tahun hingga 6 Desember,” ujar Dirut BEI Iman Rachman pada acara Editor In Chief Gathering 2024 di Jakarta, Selasa malam (10/12/2024).
Baca Juga
IHSG Sesi I Lanjutkan Loncatan ke Level 7.503, Saham PANI Cetak Rekor Harga
Aliran dana senilai Rp 22,6 triliun tersebut, menurut dia, menjadi barometer perekonomian Indonesia, selain foreign direct investment (FDI). Aliran dana tersebut menggambarkan bahwa investor asing masih memiliki minat tinggi berinvestasi di Indonesia. Di tengah aliran dana asing, pemodal domestik justru menggenjot transaksi menjadi sekitar 64% dan sisanya investor asing. Begitu juga dengan kepemilikan saham, investor domestik meningkat menjadi 54%, dibandingkan asing sekitar 46%.
Selain net buy, dia mengatakan, BEI masih mencatatkan sejumlah pertumbuhan pesat dicatatkan, seperti jumlah investor pasar modal, penambahan jumlah emiten baru, dan rata-rata transaksi harian. Begitu juga dengan IHSG masih berhasil catatkan penguatan year to date (ytd).
Terkait emiten listing, dia mengatakan, BEI telah kedatangan sebanyak 40 emiten baru ytd dari target 64 emiten baru. Penambahan tersebut menjadikan total saham emiten yang sudah listing di BEI bertambah menjadi 942 perusahaan. “BEI menempati peringkat pertama di ASEAN untuk jumlah saham listing perdana dan menempati peringkat ketujuh di dunia,” terangnya.
Sedangkan total pendanaan (fund raising) dari pasar modal telah mencapai Rp 170,9 triliun hingga kini. Angka tersebut terdiri atas obligasi senilai Rp 127,9 triliun, penerbitan saham baru (rights issue) Rp 32,6 triliun, waran terstruktur sekitar Rp 300 juta, dan IPO saham mencapai Rp 10,2 triliun. “Penyumbang perolehan dana dari IPO saham berasal dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 4,3 triliun. Perusahaan ini tercatat sebagai IPO terbesar tahun ini,” tutur Iman.
Investor Domestik
Iman mengatakan, BEI juga mencatatkan penambahan jumlah investor domestic menjadi 14,6 juta akun investor ytd. Investor ini terdiri atas Angka tersebut bertumbuh pesat dari realisasi tahun lalu sebanyak 12,2 juta.
“Jumlah investor terus bertumbuh, tapi yang masih menjadi tantangan adalah rendahnya jumlah investor aktif yang bertransaksi harian di BEI. Hingga kini, baru sekitar 146 ribu investor yang aktif bertransaksi. Angka ini masih lebih rendah dengan Thailand. Oleh karena itu, kita akan terus menambah produk untuk meningkatkan jumlah investor harian,” terangnya.
Sedangkan sisi positifnya, menurut dia, terjadi peningkatan rata-rata transaksi harian saham di BEI menjadi Rp 12,7 triliun tahun ini, dibandingkan rata-rata transaksi harian saham tahun lalu senilai Rp 10,25 triliun. Tak hanya itu, nilai transaksi investor ritel juga terus menunjukkan peningkatan menjadi sekitar Rp 4,2 triliun per hari, dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 4,1 triliun.

