IHSG Rabu (11/12/2024) Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/12/2024), berpotensi lanjutkan penguatan menuju resisten selanjutnya 7.496. Hal ini didukung keberhasilan indeks menguat dalam empat hari terakhir.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa keberhasilan IHSG rebound menembus resisten 7.450 membuka peluang penguatan lebih lanjut ke level resisten selanjutnya 7.496. Sedangkan level support yang harus dipantau pemodal adalah 7.244.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Solid, MIND ID Konsisten Dukung Penerimaan Negara
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham global, seperti Wall Street semalam ditutup turun dengan penurunan melanda Dow Jones 0,35%. Pelemahan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,30% dan Nasdaq sebanyak 0,25%.
Sedangkan sejumlah saham yang direkomendasikan beli hari ini adalah saham AUTO dengan target harga Rp 2.470-2.620, saham INCO dengan target harga Rp 3.900-4.090, dan INTP dengan target harga Rp 7.400-7.900. Sebaliknya saham JSMR direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 15,56 poin (0,21%) menjadi 7.453,29. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 84,27 miliar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 119,72 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 74,80 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,65 miliar.
Baca Juga
Vietnam Turunkan PPN Jadi 8%, Kemenperin Bakal Diskusikan Soal Insentif Antarkementerian
Penguatan indeks kemarin didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,98%, sektor consumer primer 0,77%, sektor energi 0,59%, sektor consumer non primer 0,47%, dan sektor transportasi 0,09%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property 1,20%, sektor kesehatan 0,22%, dan sektor industry 0,61%.
Saat IHSG lanjutkan penguatan, tiga saham ini menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) sebanyak 34,62% menjadi Rp 70, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,67% menjadi Rp 935, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 20% menjadi Rp 10.800.
Grafik IHSG

