AKRA Sebut Bisnis Ini Akan Jadi Sumber Baru Pertumbuhan Berkelanjutan
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) awalnya hanya menjalankan bisnis perdagangan bahan kimia dasar, kemudian menjelma menjadi distributor raksasa bahan kimia dasar dan bahan bakar minyak (BBM). Perusahaan juga merupakan pemain bisnis logistik dan solusi rantai pasok papan atas di Indonesia.
Belakangan, gurita bisnis AKRA melebar ke bisnis kawasan industri, dengan mengembangkan KEK JIIPE Gresik. Bukan kawasan bisnis kaleng-kaleng, KEK JIIPE Gresik bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi paling berhasil di Indonesia.
Ternyata bisnis ini pula yang menjadi andalan AKRA sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan di masa datang. Tidak berlebihan, KEK JIIPE Gresik semakin menjadi magnet investor asing dan domestik untuk membangun fasilitasnya di dalam kawasan ini.
Baca Juga
AKRA Update Penggunaan Capex Rp 300 Miliar Tahun Ini, Termasuk Belanja Kapal!
Alhasil potensi recurring income bagi AKRA pun masih membeser, terlebih Perseroan juga menyediakan jasa utilitas, tenaga listrik, air, gas, dan operasi pelabuhan bagi para tenant kawasan industri tersebut. Inilah kunci bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan AKRA.
Tidak ada anak emas, sebab bisnis yang digeluti lainnya juga tumbuh pesat. Disampaikan Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, faktor pertumbuhan perusahaan masih mencakup perdagangan dan distribusi bahan kimia dasar serta BBM, juga investasi pada KEK JIIPE Gresik.
Baca Juga
Tumbuh 6,5%, Reasuransi Himpun Premi Rp 15,63 Triliun di Kuartal III-2023
‘’Semua bisnis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Perusahaan dalam periode berikutnya,’’ papar Haryanto dikutip dari materi paparannya di acara Public Expose Live yang digelar di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Kendati begitu, sejatinya AKRA punya harapan besar pada investasinya di KEK JIIPE Gresik. ‘’Kami optimistis AKRA dapat menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan dalam dekade berikutnya. Di antaranya didorong oleh investasi di KEK JIIPE Gresik,’’ ujarnya.
Terkait kinerja, Haryanto menyebut, Perseroan berhasil menunjukkan performa keuangan yang kuat selama periode Januari – September 2023. Diantaranya membukukan pertumbuhan laba neto 9% yoy menjadi Rp 1,71 triliun.
Kemudian terjadi peningkatan komitmen pemesanan lahan, sebagai kontribusi dari segmen Kawasan Industri terhadap laba bruto (mencakup penjualan lahan Industri, pendapatan sewa dan utilitas) mencapai 16% dari pendapatan konsolidasi, lebih tinggi dibandingkan dengan 5% pada per September 2023.
‘’Kami juga berhasil mencapai posisi neraca yang kuat dengan total aset Rp 28,81 triliun miliar per 30 September 2023 dengan posisi utang yang rendah,’’ ujarnya.
Pada periode tersebut, posisi kas tercatat Rp 6,8 triliun atau 22% dari total aset. Net gearing ratio tercatat pada -0,17 kali, atau mengindikasikan posisi net cash dan total ekuitas Perseroan sebesar Rp 13,10 triliun atau 45% dari total aset.
