Analis VanEck Prediksi Harga Bicoin Bisa Tembus US$ 180.000
JAKARTA, investortrust.id - Analis Nathan Frankovitz dan Matthew Sigel dari Perusahaan Investasi Global yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), VanEck memprediksi bahwa harga Bitcoin akan menembus US$ 180.000, didorong oleh minat institusional.
Melansir CryptoNewsFlash, Senin (25/11/2024), prediksi ini bertepatan dengan tumbuhnya keyakinan seputar kerangka kerja yang lebih baik untuk aset digital di AS, elemen fundamental yang diyakini banyak orang penting untuk perluasan industri berkelanjutan.
Elemen kunci perubahan ini adalah Undang-Undang Inovasi dan Teknologi Keuangan untuk abad ke-21 (FIT21). Disetujui oleh DPR AS pada Mei 2024, FIT21 bertujuan untuk mendefinisikan fungsi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), sehingga membangun kerangka regulasi yang lengkap untuk aset digital.
Baca Juga
Harga Bitcoin Melonjak 40% di November, Sentuh Rekor Rp 1,5 Miliar
Gedung Putih telah menyuarakan keraguan terhadap undang-undang tersebut, dengan menekankan persoalan kesesuaian perlindungan konsumen dan investor.
Meski sejumlah pihak memuji hal ini sebagai cara untuk emungkinkan inovasi keuangan tingkat negara bagian, pihak lain termasuk Asosiasi Bankir Amerika dan sejumlah asosiasi perbankan negara bagian telah menyatakan kekhawatirannya.
Mereka berpendapat bahwa tidak adanya pengawasan federal yang teratur terhadap penerbit stablecoin berlisensi di negara bagian akan menyebabkan ketidak seimbangan dan membahayakan perlindungan konsumen.
Baca Juga
Sentuh Harga Tertinggi di US$ 99.605, Bitcoin Siap-siap ke US$ 100.000
Terlepas dari itu, salah satu perusahaan penambangan kripto terbesar di dunia yaitu Marathon Digital Holdings telah bergerak secara strategis untuk meningkatkan posisinya di sektor penambangan kripto.
Untuk meningkatkan cadangan Bitcoin dan menurunkan beban utang, perusahaan tersebut tercatat telah menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 1 miliar.
Marathon juga mulai merambah ke kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan komputer, langkah yang bertujuan untuk memecahkan kesulitan yang semakin tinggi dalam penambangan Bitcoin dan meningkatkan prospek jangka panjangnya.
Sementara menilik data Coinmarketcap, Senin (25/11/2024) pukul 14.02 WIB harga Bitcoin terpantau tengah menurun 0,20% dalam satu hari terakhir ke US$ 98.227. Namun dalam sepekan masih menguat 6,77%.

