Jasa Marga (JSMR) Pamer Rating Utang Terbaru, idAA Outlook Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengumumkan posisi rating terbaru atas utang perseroan yang disematkan oleh PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).
Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, Nixon Sitorus, mengatakan, rating terbaru diberikan pada tiga seri surat utang Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Perseroan.
Ketiga seri surat utang tersebut yaitu: Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 Seri B, Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 Seri C, dan Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 Seri D.
Baca Juga
Pemerintah Diminta Dukung Proyek Percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Hidrogen
‘’Tiga seri surat utang tersebut mendapat peringkat idAA dengan prospek stabil,’’ papar Nixon dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Rabu (15/11/2023).
Sebelumnya, dalam peringkat yang diterbitkan pada 13 November 2023, Pefindo menyebut, rating idAA dengan prospek stabil diberikan pada surat utang tersebut mencerminkan ekspektasinya terhadap dukungan yang kuat dari pemerintah, posisi JSMR yang dominan di sektor jalan tol, portofolio jalan tol yang terdiversifikasi dengan masa konsesi yang panjang, dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat.
Lebih jauh disampaikan, peringkat tersebut dibatasi oleh risiko bisnis terkait pengembangan jalan tol baru dan leverage yang tinggi.
‘’Kami dapat menaikkan peringkat jika JSMR dapat memperkuat profil bisnisnya secara substansial melalui keberhasilan dalam mengembangkan dan mengoperasikan jalan tol baru dengan volume lalu lintas yang kuat yang mendukung perbaikan profil keuangannya, dengan leverage yang lebih rendah dan cakupan arus kas yang lebih kuat,’’ ulas Pefindo.
Baca Juga
Sebaliknya Pefindo menyebut dapat menurunkan peringkat, jika dukungan pemerintah melemah atau profil keuangannya memburuk karena turunnya pendapatan akibat penurunan volume lalu lintas atau jika Perusahaan menambah utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh prospek pertumbuhan yang baik.
Sebagai catatan, JSMR adalah operator jalan tol terbesar di Indonesia. Portofolio tol Perusahaan termasuk 13 konsesi jalan tol di induk perusahaan, 17 ruas tol beroperasi di entitas anak, dan 5 ruas tol dalam konstruksi.
Pada tanggal 30 September 2023, pemegang saham Perusahaan terdiri dari Pemerintah Indonesia (70%), BPJS Ketenagakerjaan (3,4%), BNYM RE BNYMLB RE Employees ProvidentFD (2,4%), PT Taspen (Persero) (2,2%), serta masyarakat (22%).

