Pelindo Sandang Rating AAA dengan Outlook Stabil dari Pefindo
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengumumkan peringkat terbaru Perseroan dengan rating AAA atau triple A dengan outlook stabil.
Rating utang terbaru ini ditetapkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 10 Oktober 2023 sampai 1 Oktober 2024.
Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Mega Satria, mengatakan, penetapan rating Perseroan mengacu pada data dan informasi Perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2023 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2022.
Baca Juga
Bos PLN Ungkap Strategi Pangkas Emisi GRK Sektor Kelistrikan
Selain itu, kata dia, Pefindo juga menyematkan rating AAA (Triple A) terhadap Obligasi I Pelindo I Gerbang Nusantara Tahun 2016 Seri D, Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 Seri B dan Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 Seri C PT Pelabuhan Indonesia (Persero) senilai Rp 2,67 triliun.
“Rating utang tersebut berlaku untuk periode 10 Oktober 2023 sampai dengan 1 Oktober 2024,” papar Mega dalam keterbukaan infomasi yang dilansir, Jumat (12/10/2023).
Penetapan rating utang tersebut mengacu pada data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2023 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2022.
Sementara dalam analisisnya, Pefindo menyebut, peringkat yang disempatkan kepada Pelindo, didasarkan pada dukungan pemerintah untuk Pelindo, posisi pasar yang unggul, dan pendapatan berulang yang stabil dari pembayaran sewa tetap.
Baca Juga
“Namun kekuatan ini sebagian diimbangi oleh indikator proteksi arus kas dan likuiditas yang moderat. Peringkat dapat diturunkan jika kami melihat bahwa terdapat penurunan dukungan pemerintah, seperti adanya divestasi yang material dari kepemilikan pemerintah,” demikian dikutip dari Ikhtisar Peringkat Pefindo.
Lebih lanjut, peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika Pelindo berutang secara substansial lebih besar dari yang diproyeksikan akibat dari belanja modal yang lebih tinggi atau pembengkakan biaya dari ekspansi pelabuhannya.
“Kami juga dapat menurunkan peringkat jika terdapat penurunan material dalam volume pergerakan petikemas dan kargo yang mengakibatkan melemahnya profil keuangan secara berkepanjangan,” ulas Pefindo.

