Pertumbuhan IHSG 2024 Dipercaya Lebih Tinggi dari 2023
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 dipercaya lebih tinggi, dibandingkan dengan kenaikan periode sama tahun 2023 sebanyak 6,16%. Sedangkan kenaikan IHSG hingga 6 November 2024 baru mencapai 1,53%.
“Kinerja pasar modal Indonesia mencatatkan perkembangan positif hingga kini. IHSG telah naik sebanyak 1,53%, sehingga menyentuh level 7.383,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi di Main Hall BEI, Kamis (7/11/2024).
Dia juga mengeklaim, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia bertumbuh menjadi Rp 12.356 triliun. Menurutnya, capaian ini menunjukkan kenaikan yang mencerminkan minat dan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing terhadap potensi ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Didukung Beragam Sentimen Positif, Begini Target Harga Terbaru Saham SMGR dan INTP
Di sisi lain, aktivitas fundraise atau penghimpunan dana di pasar modal juga dinilai masih cukup baik dan terjaga baik. “Hingga 6 November, dalam catatan kami, itu telah menerbitkan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum, baik saham maupun ebus sebanyak 156 emisi dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 162 triliun,” papar Inarno.
Dia pun optimistis total penghimpunan dana di sisa tahun ini akan mencapai target dengan total Rp 200 triliun. Bursa mencatat, terdapat 33 emiten dari aktivitas penawaran umum tersebut, 32 merupakan emiten saham, dan 1 emiten efek bersifat utang, dana, atau sukuk.
Seiring tren yang terus bertumbuh tersebut, OJK berupaya menjaga stabilitas pasar modal dengan menjalin sinergi dan kerja sama yang kuat dengan pemerintah. Kerja sama dimaksud, dalam rangka meningkatkan literasi, dan inklusi keuangan, serta meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum.
Baca Juga
IHSG Anjlok, OJK: Tantangan Global Tetap Ada dan Akan Terus Ada
OJK juga meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan, guna memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal. Terakhir, OJK turut mengeluarkan berbagai kebijakan yang berorientasi pada penguatan kewenangan untuk menjaga volatilitas, peningkatan variasi produk, serta perlindungan investor.
“Tentunya dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, diharapkan pasar modal Indonesia dapat tetap tumbuh secara stabil dan berkelanjutan di tengah tantangan global,” sambung Inarno.
OJK bersama SRO berkomitmen memberikan pemahaman sekaligus melindungi kepentingan investor. Oleh karena itu, mereka mengimbau pelaku investor untuk senantiasa mewaspadai berbagai risiko terhadap keputusan investasi yang diambil.
Hal tersebut, guna menghindari kerugian dan juga mengoptimalkan potensi keuangan dari keputusan investasi tersebut. “Tentunya para investor juga perlu memperkuat pemahaman dengan memantau perkembangan ekonomi global yang dapat berdampak pada kinerja fundamental dari perusahaan, yang dapat memengaruhi harga masing-masing saham,” papar Inarno.
Baca Juga
Analisis mendalam serta diversifikasi dari produk investasi, diharap menjadi langkah preventif yang turut mengurangi risiko kerugian di masa depan.
Meski IHSG baru tumbuh 1,53% (ytd) sampai 6 November 2024, OJK optimistis indeks mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan kenaikan tahun lalu. Inarno memandang, pergerakan IHSG termasuk penurunan beberapa pekan terakhir sebagai hal lumrah.
“Kalau pertumbuhan IHSG biasa saja. Nanti berikutnya lebih tinggi gitu ya biasa saja kan. Wajar-wajar saja. InsyaAllah,” jawab Inarno saat ditanya apakah pertumbuhan IHSG mampu melampaui realisasi 2023.
Dia menambahkan, pergerakan IHSG masih bergantung pada berbagai sentimen, tidak hanya dari dalam negeri namun juga sentimen global. Inarno bahkan mengakui bahwa sentimen global masih sangat berpengaruh pada pergerakan pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Asing Kembali Lepas Saham Bank Papan Atas Ini, Berikut Daftarnya
“Ya pasti lah (ada pengaruh global). Nggak ada (negara) yang bisa terisolasi dengan tidak dipengaruhi sama luar gitu ya,” imbuhnya.
Namun mantan Direktur Utama BEI itu juga menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik. Hal ini dibuktikan dari perkembangan jumlah investor yang diyakini akan ikut mendorong jumlah transaksi di pasar.
Baca Juga
Optimisme yang sama juga disuarakan oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman. Senada, Iman mengatakan bahwa banyak faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. “Saya optimistis lah. Bisa melampaui pertumbuhan 2023,” ujar Iman menjawab Investortrust.id.
Grafik IHSG

