CFO GOTO Sebut Unit Usaha GOTO Ini Bakal Mentereng Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan bahwa kinerja dari unit bisnis fintech-nya, yakni GoTo Financial telah bertumbuh dengan sangat cepat di kuartal III 2024.
"Dan kita mengumumkan bahwa di kuartal IV tahun ini, adjusted EBITDA dari pada GoTo Financial atau fintech bisnis kita akan menjadi positif," ujar Chief Financial Officer (CFO) GOTO Simon Tak Leung Ho, Senin (4/11/2024).
Simon menjelaskan, berdasarkan pantauan GOTO di pasar, GoTo Financial akan mencatat EBITDA positif di akhir tahun 2025 atau kuartal IV 2025.
"Jadi profitability-nya tercapai satu tahun lebih awal," ungkap Simon.
Lebih lanjut, Simon menyebut, pertumbuhan dari bisnis fintech ini tumbuh dengan cepat. Ia mencontohkan peluncuran GoPay oleh GOTO di Oktober 2023 lalu yang mengalami pertumbuhan cukup pesat. Dalam kesempatan yang sama ia juga menyebut masih prospektifnya bisnis lending di Tanah Air, yang akan mendorong sisi profitabilitas GoTo Financial.
Baca Juga
Perbaikan GOTO Berlanjut, Rugi Usaha Terpangkas 77% hingga Kuartal III-2024
"Yang di bisnis lending kami itu sebagian loan origination-nya ada dari Gojek, ada dari Tokopedia. Sedikit sekali dari di TikTok Shop pada hari ini, dan makin hari makin besar dari GoPay Up sendiri. Jadi Gopay Up ini adalah engine of growth dari GOTO," jelas Simon.
Sebelumnya diberitakan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 11% menjadi Rp11,66 triliun pada periode 9 bulan per September 2024 atau Q3-2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,51 triliun.
Induk Gojek dan GoTo Financial (GTF) ini bahkan mampu konsisten menekan bottom line dengan memangkas rugi periode berjalan hingga 53% menjadi Rp4,54 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang rugi mencapai Rp9,60 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis GoTo di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu sore ini (30/10), kenaikan pendapatan tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan pendapatan beberapa segmen usaha, ditambah dengan penurunan beban perusahaan.
Kontributor pendapatan GoTo berasal dari pendapatan imbalan jasa, lalu jasa pengiriman, jasa pinjaman, jasa fee layanan e-commerce, pendapatan iklan, dan lain-lain. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan pendapatan jasa pinjaman yang meroket 593% year on year (YoY) menjadi Rp1,23 triliun dari sebelumnya hanya Rp178 miliar.

